SuaraJabar.id - Semakin banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi memiliki sepatu idaman. Mereka pun sadar bahwa sepatu tersebut tak bisa dicuci sembarangan. Untuk itu, buka usaha cuci sepatu dirasa masih tepat pada tahun 2022.
Gencarnya brand-brand lokal maupun luar negeri dalam pengembangan marketing sepatu berdampak pada daya beli di masyarakat. Sekarang, masyarakat sudah tak terbiasa menggunakan satu sepatu untuk berbagai aktivitas.
Secara tak sadar masyarakat mengikuti apa yang dimau brand-brand sepatu. Beragam aktivitas dilakukan menggunakan sepatu-sepatu yang berbeda. Mulai seperti kategori olahraga, casual, sekolah hingga kantoran.
Harga-harga dari sepatu tersebut juga cukup mahal. Sekarang, bukan hal 'wah' lagi ketika seseorang membeli sepatu di atas sejuta. Sepatu mahal menjanjikan produk yang lebih awet untuk jangka panjang.
Namun, setiap sepatu tentu saja memiliki perawatan yang berbeda. Ada yang tak bisa dibilas kasar hingga ada yang tak boleh terkena sinar matahari langsung saat dijemur.
Situasi inilah yang membuat buka usaha cuci sepatu pada tahun 2022 masih menjanjikan. Sepatu menjadi kewajiban yang tak akan pernah terputus.
Meski begitu, buka usaha cuci sepatu tak boleh sembarangan. Paling penting, harus tahu bagaimana ilmu yang benar untuk membersihkan sepatu sesuai bahannya.
Selain ilmu membersihkan sepatu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Apa saja? Simak ulasan berikut ini.
1. Branding Toko
Baca Juga: Viral Wanita Ngaku Istri Kajari Tebing Ngamuk di Toko Sepatu
Branding merupakan hal penting dalam sebuah usaha, termasuk usaha cuci sepatu. Toko bisa dibranding sebagai pembersih sepatu menengah ke atas atau menengah ke bawah. Dua target market ini punya potensi yang sama-sama menjanjikan.
Untuk sepatu golongan menengah ke atas, pasti pemiliknya akan rela mengeluarkan kocek dalam agar sepatunya terlihat kece. Namun, harus diakui jumlah pemilik sepatu super mahal tak sebanyak sepatu "golongan" menengah ke bawah.
Sementara untuk sepatu menengah ke bawah, pemiliknya sangat banyak, terutama dari kalangan anak muda. Jelas marketnya lebih besar. Tapi, tentu saja harga yang dipatok tak bisa semahal sepatu golongan menengah ke atas.
2. Belajar dari Ahli
Ilmu dasar dalam membersihkan sepatu sangat penting. Tapi, lebih penting lagi ketika ilmu tersebut ditambah ilmu dari para ahli yang sudah lebih dahulu dalam bisnis ini. Semakin banyak ilmu yang didapat, pelayanan toko pasti semakin memuaskan.
Jika ingin dapat teknik baru, bisa juga belajar dari online, termasuk youtube. Di luar Indonesia, sudah banyak pelaku usaha yang menekuni bisnis ini dan membagikan pengalamannya melalui video youtube.
Berita Terkait
-
Kocak! Buru-buru Kejar Habib Novel Alaydrus, Gibran Sampai Tak Mengikat Tali Sepatu
-
Tak Mau Ketinggalan Metaverse, Nike Segera Luncurkan Sepatu Kets Digital
-
Viral Wanita Ngaku Istri Kajari Tebing Ngamuk di Toko Sepatu
-
5 Pesepakbola Top yang Gantung Sepatu di Tahun 2021
-
Petugas Temukan Pakaian dan Sepatu Prada Yotam Bugiangge di Semak-Semak
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta