Andi Ahmad S
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:51 WIB
Persiapan pembukaan duplikasi jembatan pamuruyan cibadak sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)
Baca 10 detik
  • Proyek Duplikasi Jembatan Pamuruyan di Cibadak, Sukabumi, resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada Kamis, 4 Juni 2026.
  • Jembatan sepanjang 61,2 meter ini dibangun untuk mengurai kemacetan kronis di jalur nasional penghubung Sukabumi dan Bogor.
  • Pengelola telah menyiapkan rambu keselamatan dan petugas lapangan untuk membantu pengendara beradaptasi dengan skema jalur yang baru.

SuaraJabar.id - Penantian panjang pengguna jalan yang sering terjebak macet di wilayah Cibadak segera berakhir. Proyek strategis Duplikasi Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, resmi dijadwalkan buka untuk lalu lintas kendaraan pada Kamis (4/6/2026) sore ini.

Dibukanya jembatan baru ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengurai simpul kemacetan kronis yang selama ini terjadi di jalur nasional penghubung Sukabumi dan Bogor.

Pantauan di lokasi menunjukkan kesiapan penuh dari pihak pengelola proyek. Sejumlah atribut keselamatan jalan seperti water barrier dan rambu-rambu pengarah sudah terpasang rapi di kedua ujung jembatan.

Rambu-rambu ini dipasang untuk memberikan informasi yang jelas kepada pengguna jalan mengenai perubahan alur lalu lintas dan penggunaan jembatan baru tersebut.

Selain itu, sejumlah petugas akan disiagakan di lokasi guna mengarahkan pengendara agar tidak bingung dengan skema jalur yang baru diterapkan.

Jembatan yang dibangun berdampingan dengan jembatan lama ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni untuk menampung kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur utama tersebut:

  • Panjang Jembatan: 61,2 meter.
  • Lebar Badan Jalan: 7 meter (khusus untuk lajur kendaraan).
  • Lebar Keseluruhan: 10 meter (termasuk trotoar bagi pejalan kaki).

Pembangunan infrastruktur ini telah melalui tahap uji fungsi dan pengecekan akhir guna menjamin keamanan struktur bangunan sebelum dilewati oleh masyarakat umum.

Selama ini, Jembatan Pamuruyan lama sering menjadi titik "botol leher" (bottleneck) yang memicu antrean kendaraan hingga berkilo-kilometer, terutama pada jam sibuk dan musim liburan.

Dengan difungsikannya jembatan duplikasi ini, arus kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya akan terbagi.

Baca Juga: Drama Jemput Paksa Petinggi BGN: Dadan Diciduk di Bogor, Satu Tersangka Sembunyi di Hotel

Load More