SuaraJabar.id - Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi usai terkonfirmasi positif COVID-19.
Ia terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap PCR yang dilakukan pada Selasa (8/2/2022) ini.
"Hari Sabtu (5/2/2022) beliau mulai terasa kurang enak badan, Minggu (6/2/2022) mulai demam dan di tes usap antigen hasilnya negatif. Sampai hari Senin (7/2/2022) belum ada perbaikan. Lalu kita tes usap PCR pagi tadi dan hasilnya positif," kata epala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr Sri Enny Mainarti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan kondisi Akhmad Marjuki saat ini dalam keadaan stabil meski mengalami beberapa gejala seperti demam, sakit tenggorokan, serta batuk.
"Saat ini kondisi beliau stabil. Mari kita doakan beliau agar dapat pulih kembali dan dapat melayani masyarakat Kabupaten Bekasi seperti sedia kala," katanya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat agar jangan lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, serta menghindari kerumunan terlebih saat ini kasus COVID-19 tengah melonjak.
Berdasarkan data pemerintah daerah setempat, pada awal pekan ini kasus kumulatif COVID-19 di Kabupaten Bekasi mencapai 57.502 kasus dengan rincian 51.259 kasus dinyatakan sembuh, 547 orang meninggal dunia, serta 5.696 pasien menjalani perawatan baik isolasi mandiri maupun di rumah sakit, demikian Sri Enny Mainarti .
Tag
Berita Terkait
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Merasa Ada yang Memanfaatkan dan Jual Namanya dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
KPK Periksa Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Terkait Dugaan Suap Ijon Proyek
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
13 Gadis Jawa Barat Terjebak TPPO: Gaji Menggiurkan Berujung Neraka Eksploitasi