- Kota Sukabumi memberangkatkan 18 jemaah haji yang bergabung dalam Kloter 13 JKS menuju Tanah Suci pada 7 Mei 2026.
- Penurunan jumlah jemaah terjadi karena hanya 21 dari 35 orang yang melunasi biaya dan adanya mutasi daerah.
- Pemerintah daerah mengimbau jemaah mengikuti bimbingan manasik haji agar dapat menjalankan ibadah secara benar sesuai tuntunan syariat Islam.
SuaraJabar.id - Kota Sukabumi tahun ini hanya akan memberangkatkan 18 orang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 13 JKS. Mereka dijadwalkan akan bertolak menuju Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, pada tanggal 7 Mei 2026 mendatang.
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan jumlah pemberangkatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin, menjelaskan bahwa jumlah jemaah yang berangkat mengalami penurunan dari total kuota yang seharusnya.
Menurut Apipudin, dari total kuota yang ditetapkan sebanyak 35 orang untuk Kota Sukabumi, hanya 21 calon jemaah yang berhasil melunasi biaya haji. Angka ini jauh di bawah ekspektasi dan ketersediaan kuota.
“Dari jumlah tersebut juga ada yang mutasi ke daerah lain, sehingga total jemaah haji Kota Sukabumi yang berangkat tahun ini sebanyak 18 orang,” ujar Apipudin, seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Sukabumi, Selasa (7/4/2026).
Selain jemaah, terdapat pula empat petugas haji yang akan mendampingi, terdiri dari satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan.
Para jemaah haji asal Kota Sukabumi ini nantinya akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi dalam Kloter 13 JKS.
Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sukabumi, Fajar Rajasa, menekankan pentingnya kesiapan jemaah melalui bimbingan manasik haji.
Menurutnya, manasik haji bertujuan memberikan pemahaman kepada jemaah agar dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Nizam: Ibu Tiri Layangkan Praperadilan, Gugat Status Tersangka di PN Cibadak
“Kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar nantinya dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com.
Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan serta nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sebelumnya diberitakan, kuota keberangkatan jemaah haji Kota Sukabumi tahun 2026 mengalami penurunan drastis. Jika pada tahun sebelumnya kuota mencapai 243 orang, pada tahun ini, total kuota reguler yang diberikan hanya sebanyak 28 nomor urut porsi, ditambah 7 kuota lansia, sehingga total keseluruhan hanya 35 jemaah.
Berita Terkait
-
Babak Baru Kasus Nizam: Ibu Tiri Layangkan Praperadilan, Gugat Status Tersangka di PN Cibadak
-
Imbas Konflik Global, Harga Kantong Plastik hingga Besek di Sukabumi Naik Drastis 70 Persen
-
Fakta dan Korban Jembatan Putus di Sukabumi, Warga Hendak Ikut PAW Kades Jadi Korban
-
Ciaul Pasir Makan Korban: Pria Paruh Baya Terluka Akibat Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
-
Aroma Tak Sedap di Balik MBG Sukabumi: Benarkah Ada Oknum Dewan Kuasai 5 SPPG?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?
-
Pesta Nikah Berujung Duka: Ayah di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Bupati Perketat Izin Hajatan
-
Buntut Suap Ade Kunang, Giliran Istri Ono Surono Digali Keterangannya oleh KPK
-
Hanya Karena Uang Rp500 Ribu, Preman Mabuk Habisi Nyawa Penyelenggara Hajatan di Purwakarta
-
Warga Bogor-Depok dan Bandung Raya Siap-Siap, Teknologi PSEL Bakal Lenyapkan Tumpukan Sampah