SuaraJabar.id - Jalan Layang Pasteur-Surapati atau lebih dikenal dengan Jalan Pasupati resmi berganti nama menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Peresmian nama baru jalan ikonik di Kota Bandung itu secara langsung dipimpin Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (1/3/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil mengungkapkan alasan dan rahasia balik layar atas perubahan nama jalan itu. Di antaranya, Prof Mochtar diakui sebagai guru dari sang ayah Ridwan Kamil, Atje Misbach Mujiddin.
"Saya buka sebuah rahasia, beliau adalah guru dari almarhum ayah saya," katanya dalam acara peresmian di halaman kantor Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Jalan Surapati.
Ajte Misbach diketahui merupakan Doktor sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Menurut Ridwan Kamil, gelar doktornya itu dicapai setelah menyelesaikan desertasi terkait hukum laut internasional. Prof Mochtar menjadi salah satu dosen penguji Atje kala itu.
"Jadi saya punya guru namanya ayah saya, ayah saya punya guru Pak Mochtar. Secara tidak langsung Pak Mochtar adalah guru saya yang mewarnainya cara berpikir soal kebangsaan," katanya.
Sebelumnya, berdasarkan agenda awal Pemerintah Provinsi Jawa Barat, peresmian itu dikabarkan akan dilaksanakan dengan cara menutup jalan selama satu jam.
Sebagaimana disampaikan Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Dewi Sartika, melalui keterangan resmi bahwa penutupan jalan direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 12.30 hingga 14.15 WIB.
Adapun jalan yang ditutup selama kegiatan yaitu Jalan Surapati menuju arah Jalan Pasteur, mulai dari simpang Gasibu dialihkan ke kiri Jalan Sentot Alibasyah - Jalan Diponegoro, serta Jalan Majapahit.
Namun, rencana tersebut urung dilakukan. Pantauan Suara.com, jalan itu dibuka normal. Ridwan Kamil menilai, pihaknya tidak jadi menutup jalan lantaran pertimbangan akal sehat dan takut di-bully.
Baca Juga: Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Suzuki Pick Up di Jalan Raya Rancaekek-Cicalengka
"Jadi, ini keputusan akal sehat saja yang membuat kita tidak jalan kaki ke sana. Nanti kasian Pak Walikota (Plt. Yana Mulyana) di-bully, saya juga. Kan ini ramai sekali," jelas Ridwan Kamil.
Kontributor : M Dikdik RA
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan
-
BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School
-
Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi