SuaraJabar.id - Bangunan peninggalan masa lampau yang menjadi saksi bisu pertahanan Hindia-Belanda terselip di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bangunan tersebut dinamakan Benteng Legok Jawa.
Terletak di kawasan perkebunan karet, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, bangunan peninggalan Belanda tersebut kondisinya rusak parah dan sudah tidak terawat lagi.
Kondisinya kian mengkhawatirkan sebab sudah dieksploitasi oleh aktivitas penggalian di beberapa ruangannya. Ilalang dan rumput liar setinggi dada tampak menghalangi jalan setapak menuju lokasi.
Nyaris seluruh bangunan atap tertutup tanah dan tumbuhan merambat serta pohon karet. Lapisan didinding benteng juga dipenuhi bekas coretan-coretan vandalisme.
Bangunan benteng Legok Jawa memiliki 8 pintu. Setiap pintunya diapit oleh dua jendela persegi panjang berukuran sekitar 50x10 centimeter. 50 persen jendela dan pintu benteng telah tertutup urugan tanah.
Di beberapa ruangan benteng, terdapat bekas galian berbentuk bundar seperti lubang sumur. Lubang itu memiliki diameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 3-4 meter. Dari 8 ruangan benteng, bekas galian diduga dibuat para pemburu harta karun itu terdapat di 5 titik.
Menurut literasi yang didapat, pendirian benteng-benteng di sekitar perbatasan Bandung termasuk Benteng Legok Jawa di Cirawamekar, tak lain merupakan upaya pemerintah kolonial Belanda untuk memperkuat pertahanan militer di Bandung. Pasalnya, kota ini direncanakan bakal jadi Ibu Kota baru Hindia Belanda, pada awal abad 20.
Penulis Sejarah, Merrina Listiandari Kertowidjojo mengatakan untuk mewujudkan hal itu, Belanda pertama kali memindahkan sejumlah instansi militer termasuk membangun sejumlah benteng di perbatasan Bandung.
"Jadi awal abad 20, rencananya Bandung akan dipakai ibu kota Hindia Belanda. Dari Batavia ke Bandung. Untuk mendukung rencana itu, sejumlah instansi militer dipindah ke Bandung termasuk benteng pertahanan," kata Merrina saat dihubungi, belum lama ini.
Baca Juga: Wisata Sejarah yang Mulai Tergerus
Menurutnya latar belakang lain pembangunan benteng di sekitar Bandung termasuk Benteng Legok Jawa adalah meletusnya Perang Dunia I (1914-1918). Belanda tak ingin koloni mereka jatuh ke negara lain. Apalagi pada waktu itu daeah Bandung banyak aset berupa perkebunan milik Belanda yang menghasilkan pendapatan banyak bagi kas negara.
"Latar belakang lain adalah meletusnya Perang Dunia I. Untuk mengamankan daerah koloni, maka dibuatlah benteng-benteng seluruh perbatasan Bandung termasuk Benteng Legok Jawa di kawasan Desa Cirawamekar. Karena untuk pertahanan, karakteristik benteng ini dibuat diperbatasan," terangnya.
Merrina menjelaskan literatur mengenai pendirian benteng di Bandung, termasuk Benteng Legok Jawa cukup minim. Pasalnya sumber data bangunan ini waktu itu berada dibawah lembaga pertahanan atau Departement van Oorlog. Sehingga sulit diakses publik karena menyangkut keamanan.
"Benteng itu urusan Departement van Oorlog. Ini sulit datanya karena ini departemen urusan perang, jadi dengan alasan keamanan datanya gak mudah untuk dibuka. Adapun sumber literatur yang ada tidak menjelaskan secara khusus mengenai benteng," terangnya.
Salah seorang warga setempat, Yogi Miftah (21) mengatakan, benteng tersebut sudah lama dibiarkan terbengkalai. Tidak ada dari instansi pemerintahan manapun yang mencoba untuk mepertahankannya.
"Sudah lama memang gak terawat. Warga dan Karang Taruna sempat membersihkan lokasi benteng, tapi sekarang terbengkalai lagi," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Gelar BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Berikan Pembekalan Kewirausahaan
-
Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap
-
KPK Usut Korupsi Iklan Bank BJB, Eks Aspri Ridwan Kamil dan Pejabat BJB Dipanggil
-
Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras
-
Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong