SuaraJabar.id - Sejumlah warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menginginkan tempat mereka tinggal berganti nama menjadi Kabupaten Galuh.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri kegiatan Mieling Ngadegna Galuh ke 1410 di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Cijeungjing, Rabu (23/3/2022).
Herdiat mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengkaji pergantian nama Ciamis menjadi Kabupaten Galuh.
Untuk mencapai itu harus menempuh beberapa aturan agar lebih kuat lagi legalitas formalnya.
“Kita harus berunding lagi,” kata Herdiat.
Ia menyebut pihaknya sangat serius sekali dalam upaya mengganti nama Kabupaten Ciamis ke Galuh meskipun nanti butuh biaya yang cukup besar.
“Sangat serius. Kita akan kaji dulu dari mulai perencanaan sampai pembiayaan. Walaupun ini akan berdampak ke semua sektor, tapi tidak masalah demi kemajuan masyarakat nantinya,” tuturnya.
Herdiat menegaskan, masyarakat juga menginginkan pergantian nama menjadi Galuh. Bahkan, ada beberapa yang datang kepadanya hanya meminta untuk mengganti nama Ciamis ke Galuh.
“Ada sebagian masyarakat yang datang kepada saya untuk segera ganti nama Ciamis jadi Kabupaten Galuh,” tegasnya.
Baca Juga: Gadis Belia Asal Ciamis Hilang Misterius, Tetangga Ngaku Terakhir Kali Lihat di Acara Sholawatan
Herdiat menjelaskan, Galuh itu mempunyai masa kejayaan dan keemasan pada masanya. Maka dari itu, ia mengajak mengembalikan lagi semangat dan spirit kejayaan Galuh.
“Tahun ini kita sedang melaksanakan kajian-kajian, targetnya mudah-mudahan secepatnya. Jangan sampai nanti diusik orang lain baru kita marah,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri
-
Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya
-
Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk
-
Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM
-
50 Ribu Warga Tasikmalaya Terdampak Kekeringan
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini
-
Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih
-
KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati
-
Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat