Bahkan, menurutnya selama hampir 22 tahun perjalanan Ponpes Darut Taubah berdiri di tengah kawasan lokalisasi memberikan dampak positif tersendiri bagi lingkungan serta hubungan baik pun terjalin dengan warga sekitar dalam bermasyarakat sehari-hari.
"Warga sekitar juga sering mengundang kami untuk mengisi acara acara keagamaan seperti acara khitanan, nikahan, pemusalaraan dan lainnya. Jadi, hubungan kami baik dengan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, Dudu mengklain image Saritem di masyarakat semakin membaik seiring dengan berjalannya program-program keagamaan yang di prakarsai oleh Ponpes Darut Taubah. Seperti penyuluhan agama hingga ada PSK yang datang ke ponpes untuk meminta bantuan.
"Kami tetap membantu dan menerima mereka yang meminta bantuan, mulai dari meminta doa atau meminta nasihat, dan alhamdulillah akhirnya banyak yang datang untuk minta diajarkan agama," paparnya.
Meski begitu, menurutnya perjalanan awal berdirinya Ponpes tidak semulus kondisi yang tercipta hari ini. Bahkan, ia mengaku harus berurusan dengan hal magis seperti santet dan guna-guna terutama dalam 3 tahun awal berdirinya Ponpes.
"Tahun satu sampai tiga pertama kami merasakan serangan secara magis dari dukun atau orang pintar di wilayah Saritem. Mulai dari sering penampakan, ‘kiriman penyakit’, atau lainnya, tapi setelah itu sudah bisa normal. Bahkan ada yang terang-terangan mengakui dan memuji orang pesantren hebat-hebat udah dikirim dari banyak dukun juga tidak mempan," jelasnya.
Kondisi Pesantren Darut Taubah Hari Ini
Hari ini, lanjut Dudu, Ponpes Darut Taubah dipimpin oleh KH Ahmad Haedar yang merupakan putra dari KH Imam Sonhaji. Sempat dibantu oleh Pemerintah Kota Bandung hingga tahun 2007 secara finansial, kini Ponpes Darut Taubah sudah berdiri secara mandiri.
"Dulu memang bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk menciptakan Bandung Bermartabat, dan mengubah stigma negatif saritem. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan donatur karena memang santri yang belajar di sini semua digratiskan," jelasnya.
Baca Juga: Iwan Bule Persilahkan PSSI Digugat: Tapi Ingat Mereka Bukan Klub
Dengan luas bangunan sekitar 600 meter persegi yang terdiri dari 4 lantai, Ponpes Darut Taubah kini memiliki setidaknya hampir 400 santri yang belajar dan memperdalam ilmu agama.
Secara rinci, Ponpes Darut Taubah memiliki setidaknya 100 santri putri dan 80 santri putra yang mondok atau bermukim di lokasi yang dibagi kedalam 2 asrama putra dan putri secara terpisah.
"Belum lagi santri kalong yang hadir setiap kajian atau ceramah yang berasal dari warga lingkungan sekitar, paling sedikit jika dijumlah ada 150 orang. Termasuk anak-anak yang orang tuanya berkecimpung di dunia prostitusi saritem," jelasnya.
Dengan itu, menurutnya banyak orang tua santri yang memang berkecimpung di dunia prostitusi dan menitipkan anaknya untuk belajar di Ponpes Darut Taubah agar tidak mengikuti jejak orang tuanya.
"Banyak orang tua datang menitipkan anak-anak mereka dengan tujuan jejak hitam prostitusi cukup berhenti sampai orang tuanya. Sehingga, image negatif saritem semakin menurun, terlebih biasanya tamu itu ada yang parkir dekat pesantren tapi sekarang sudah sepi, khususnya sejak pandemi, dan ramadhan juga memang diliburkan," ungkap Dudu.
Untuk menjawab kekhawatiran orang tua yang akan menitipkan anaknya untuk belajar di Ponpes Darut Taubah, Dudu selalu memberikan edukasi secara humanis serta pihak Ponpes secara ketat mengawasi para santri dan santriwati yang belajar di sana.
Tag
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI Jaga Kelancaran Transaksi Selama Libur Idul Fitri 1447 H dengan Layanan Cabang Selektif
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
Adu Banteng di Jalur Sukabumi-Bogor: Colt Mini L300 Hantam Pajero, Bagaimana Nasib 8 Penumpang?
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
-
Maut Menjemput di Simpang Tonjong: Detik-Detik Avanza Oleng Renggut Nyawa Pejalan Kaki di Ciamis