SuaraJabar.id - Shin Tae-yong mengungkap bahwa penampilan anak asuhnya saat menghadapi Thailand dalam lanjutan babak fase grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi tidak cukup baik, utamanya di babak kedua.
Pelatih asal Korsel itu menyebut dua hal yang membuat penurunan itu terjadi, yakni Marselino Ferdinan cedera pada menit akhir babak pertama, dan kebugaran fisik tim yang menurun.
"Setelah Marselino keluar, organisasi tim jadi kurang baik. Babak kedua, fisik pemain menurun sehingga fokus juga menurun," kata pelatih asal Korea Selatan itu.
Pada pertandingan yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol itu, Indonesia menekan Thailand dan membuat lebih banyak peluang gol pada paruh perdana.
Akan tetapi, gelandang sekaligus kapten tim Marselino Ferdinan harus ditandu keluar karena cedera beberapa saat sebelum turun minum.
Kehilangan Marselino membuat permainan Indonesia tidak stabil usai jeda yang membuat Thailand balik menekan.
Thailand menerjang dengan kesempatan demi kesempatan. Beruntung Indonesia mempunyai kiper sekelas Cahya Supriadi yang membuat paling sedikit lima penyelamatan penting sepanjang paruh kedua.
"Saya sangat menyayangkan hasil pertandingan ini. Kami bekerja keras pada babak pertama, tetapi tak bisa memuaskan suporter dengan hasil yang baik," tutur Shin.
Sementara itu, kiper Cahya Supriadi juga meminta maaf kepada suporter Indonesia karena tak bisa mempersembahkan tiga poin dari pertandingan melawan Thailand.
Baca Juga: Indonesia Versus Thailand Piala AFF U-19 2022 Berakhir Seri Tanpa Gol
"Maaf kami belum bisa memberikan hasil terbaik. Namun, kami akan bekerja keras untuk lolos dari fase grup," kata Cahya. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba