Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Senin, 05 September 2022 | 04:00 WIB
DOKUMENTASI - Aang Solehudin tengah memperlihatkan padi yang diserang Hama Wereng [Suarabogor.id/Fauzi Noviandi ]

“Pihak PPL dari Dinas Pertanian Ciamis bersama pemerintah Kelurahan Sindangrasa dan juga para petani melakukan penyemprotan dengan pupuk bantuan yang diberikan dari Dinas Pertanian, akan tetapi kondisinya malah lebih parah karena hama terus menyerang,” katanya.

Karena sudah dipastikan gagal panen, kata Mamay, banyak petani di Sindangrasa yang kecewa dan malah membiarkan padinya tanpa perawatan.

“Sekarang kondisi tanaman padi banyak yang menguning tanpa mengeluarkan bulir padi, ditambah tanaman padi pun kerdil yang lama kelamaan mati,” ungkapnya.

Mamay berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas terkait dapat membantu pemberantasan hama pada masa tanam berikutnya.

Baca Juga: Disebut Lebih Murah, Masyarakat Ramai Serbu Revvo 89 VIVO

“Kami berharap ada bantuan dari pihak Pemerintah Ciamis untuk pemberantasan hama dalam masa tanam berikutnya. Agar para petani bisa merasakan panen di masa sulit seperti sekarang ini. Untuk sekarang kami biarkan tanaman padi hingga masuk masa tanam bulan Oktober mendatang,” katanya.

Mamay menambahkan, pada masa tanam berikutnya dirinya tidak akan lagi menanam padi jenis Ciherang karena tidak tahan serangan hama wereng.

“Mudah-mudahan padi jenis 64 atau Cianjur nanti tidak diserang hama dan tahun ini bisa panen kembali,” harapnya.

Load More