SuaraJabar.id - Warga Kota Tasikmalaya dikejutkan dengan penemuan kuburan massal kucing korban pembantaian beberapa waktu lalu. Temuan itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk komunitas pencinta kucing.
Kekinian, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ikut merespon temuan kuburan massal kucing di kota berjuluk Kota Santri itu.
Uu mengatakan bahwa aksi pembantaian kucing merupakan perilaku tak manusiawi. Dia menekankan agar perilaku serupa tidak terulang lagi di Jawa Barat.
Wagub Jabar yang kerap disapa Pak Uu itu meminta masyarakat untuk terus meningkatkan rasa empati terhadap binatang-binatang peliharan. Apalagi, dalam perspektif islam, hewan kucing merupakan salah satu hewan kesayangan nabi.
"Aapun kegiatan masyarakat yang tidak manusiawi menurut kami adalah tidak baik apapun jangan sampai terulang kembali pembantain seperti itu," kata Wagub Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (7/10/2022).
Uu mengungkapkan, kucing merupakan hewan peliharan memiliki keistimewaan bagi pecinta hewan. Sehingga, Pak Uu menilai wajar ada atensi lebih dari aksi pembantain kucing yang dilakukan di pasar Indihiang dan pasar Cikurubuk Tasikmalaya tersebut.
"Tetapi yang namanya manusia ada kekhilafan dan ada pula kealpaan," jelasnya.
Tak hanya itu, kucing juga memiliki sejumlah manfaat bagi pemilik maupun lingkungan. Sehingga, setiap kejahatan terhadap kucing akan memantik reaksi khusunya dari pecinta hewan.
Pak Gubernur bilang kucing itu banyak manfaat mendeteksi gempa, mendetekti orang sakit, kucing juga hewan yang ada dalam tarikh, tandasnya.
Baca Juga: Prospek Cuaca Ekstrem di Jawa Barat, Hati-hati Potensi Banjir hingga Longsor
Sebelumnya, aksi dugaan pembantaian puluhan ekor kucing mendapat sorotan publik khususnya pecinta kucing di Tasikmalaya. Puluhan kucing tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan seperti dipotong menjadi dua bagian hingga jeroan yang telah hilang.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih menyelidiki adanya dugaan pembantaian kucing di Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) tersebut.
Tag
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur