SuaraJabar.id - Sebuah video mengenai penampakan rumah hancur di Bogor, Jawa Barat berhasil mengagetkan netizen. Penyebab rumah kontrakan ini porak-poranda diduga karena pengharum ruangan dan ledakan tabung gas.
"Harus selalu waspada dan jangan taruh sesuatu berbentuk gas dekat kompor ya guys. Kalau bisa jauh juga dari anak-anak, Biar nggak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tulis akun fanspage Instagram @viralsekali.
Kita bisa melihat beberapa ruangan yang penuh dengan debu serta rontokan atap. Beberapa bagian rumah bahkan retak diduga karena terkena ledakan tabung gas. Awal video memperlihatkan retakan cukup besar pada bagian atas pintu. Ruangan yang mengalami kerusakan paling parah adalah dapur.
Tembok di dekat kompor bahkan hancur berantakan. Postingan video nampak direkam pada rumah kontrakan di Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Kok Bisa! Napi Lapas Gunung Sindur Bogor Tipu Warga Jember Rp50 Juta, Begini Modusnya
"Hati-hati jika menaruh pengharum ruangan berbentuk gas. Jangan menaruh di dekat kompor. Ini terjadi di RT 02 RW 05, Pabuaran Cibinong Bogor. Telah terjadi ledakan yang bersumber dari pengharum ruangan dinding yang lama tidak dipakai, taruh di dekat kompor akhirnya meledak. Terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Semuanya runtuh dan hancur," kata seorang pria yang merekam kondisi rumah tersebut dikutip Selasa (12/09/2023).
Botol pengharum ruangan yang memanas diduga menyambar ke aliran gas sehingga tabung gas meledak. Keterangan @memomedsos yang bersumber dari kepolisian mengungkap bahwa penghuni rumah menyemprotkan pengharum ruangan karena bau tidak sedap di dapur.
Ia meletakkan pengharum ruangan di dekat kompor. Tak lama kemudian, terjadi ledakan yang membuat ruangan hancur serta beberapa bagian tembok retak. Postingan video mengenai rumah hancur di Bogor tersebut mendapat beragam komentar dari netizen.
"Itu pengharum ruangan atau bom? Ih serem banget (emoticon terkejut)," kata @sh**ty.*tm.
"Buset, ya gimana nggak meledak. Dia naruh pengharum ruangan deket kompor ya kepanasan lah. Apalagi deketnya tabung gas, kombo duar deh," pendapat @d**hms.
Baca Juga: Ratusan Mayat di Bogor Direlokasi Gara-gara Proyek PLN, Penampakannya Bikin Bulu Kuduk Berdiri
"Ya Tuhan, yang sabar ya untuk keluarga. Hati-hati jangan simpan kaleng parfum atau gas kaleng dekat api," ungkap @gyn.**7.
"Kan udah ada warning di botol-botol kaleng spray. Jauhkan dari api dan panas. Asal semprot dan simpan aja," komentar @nu**fa*ri.
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar