Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Februari 2026 | 14:28 WIB
Suasana istighasah oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Rahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ribuan kader GP Ansor Jawa Barat menggelar istighasah di Kabupaten Bandung pada Minggu (15/2/2026) mendukung Menag 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas.
  • Acara tersebut difokuskan mendoakan kelancaran praperadilan Gus Yaqut terkait kasus dugaan korupsi kuota haji oleh KPK.
  • Tokoh agama setempat menyatakan keyakinan bahwa Gus Yaqut tidak terlibat korupsi sebab dana haji merupakan milik jemaah.

SuaraJabar.id - Gelombang dukungan dan solidaritas mengalir deras dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat untuk Menteri Agama periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas, yang saat ini menghadapi kasus dugaan korupsi kuota haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ribuan kader Ansor se-Bandung Raya berkumpul dalam sebuah istighasah akbar di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Rahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026), tidak hanya untuk menyambut Ramadan, tetapi secara khusus untuk mendoakan dan menegaskan dukungan mereka kepada Gus Yaqut.

Gus Yaqut, yang merupakan kader senior Ansor dan Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor, serta mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2016–2024, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Namun, penetapan status ini memicu polemik dan dipertanyakan oleh banyak pihak, termasuk dari internal Ansor.

Acara istighasah ini menjadi manifestasi nyata dari dukungan moral dan harapan agar Gus Yaqut dapat melewati cobaan ini.

Ketua GP Ansor Provinsi Jawa Barat, Subhan Fahmi, dengan tegas mengajak seluruh kader untuk bersatu dalam doa.

"Saya ingin mengajak seluruh kader untuk senantiasa terus menerus mendoakan sesama kader. Gus Yaqut adalah kader sekaligus ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor, yang juga sebelumnya adalah Ketua Umum PP Ansor 2016-2024. Kita membaca 4.000 kali Yasin untuk mendoakan keselamatan Gus Yaqut," kata Subhan Fahmi.

Fahmi secara eksplisit menyampaikan harapan agar proses hukum yang dihadapi Gus Yaqut berjalan lancar, khususnya agenda praperadilan yang telah diajukan.

"Kita berdoa agar agenda prapradilan yang sedang diajukan oleh pihak Gus Yaqut berjalan lancar dan Gus Yaqut dibebaskan dari berbagai tuduhan dan status tersangka beliau dihilangkan," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Didesak Cabut Izin Usaha Holywings, GP Ansor: Selidiki Dugaan Pelanggaran Perda

Dukungan ini tidak hanya datang dari pimpinan Ansor, tetapi juga dari tokoh agama yang disegani. KH Sofyan Yahya, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif, dalam ceramahnya, tidak ragu untuk membela Gus Yaqut.

"Uang haji semuanya uang jemaah, bukan uang pemerintah. Mau dikorupsi seperti apa? Kuota haji dikorupsi, dikorupsi bagaimana? Sepengetahuan saya itu adalah kebijakan menteri, dan kebijakan menteri tidak bisa dikriminalisasi," tegas Kiai Sofyan Yahya.

Kiai Sofyan Yahya bahkan bersumpah demi Allah bahwa ia meyakini Gus Yaqut tidak terlibat dalam korupsi kuota haji.

"Makanya, saya bersumpah demi Allah, menurut saya tidak ada mantan menteri agama (Gus Yaqut, red) korupsi kuota haji," katanya.

Selain fokus pada dukungan untuk Gus Yaqut, istighasah ini juga menjadi momen munggahan, tradisi menyambut Ramadan.

"Tentunya sebagaimana kita warga NU, kita istilahnya munggahan. Sebagai ungkapan syukur dan suka cita kita akan datangnya bulan Ramadhan. Saya sebagai ketua PW tentunya ingin mengucapkan Marhaban Ramadan bagi seluruh kaum muslimin se-Indonesia," tambah Fahmi.

Kiai Sofyan Yahya juga memberikan nasihat kepada para kader Ansor untuk tetap tenang dan bermunajat kepada Allah SWT saat menghadapi masalah, bukan mengedepankan emosi.

"Saya juga berharap sahabat-sahabat Ansor dalam menghadapi masalah jangan temperamen, jangan emosional. Lebih baik kita bermunajat kepada Allah SWT, sebab di hadapan Allah tidak ada yang mustahil," pungkasnya.

Load More