Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Februari 2026 | 15:08 WIB
ilustrasi pembunuhan di Cimahi. [Envato Elements]
Baca 10 detik
  • Pembunuhan ZAAQ (14) di Bandung Barat dihubungkan dengan jejak digital pelaku YA (16) di media sosial.
  • Bukti digital mengindikasikan motif utama pembunuhan adalah cinta kompleks dan sakit hati mendalam.
  • Tersangka YA berangkat dengan niat membunuh, sementara polisi mendalami motif sakit hati pemutusan pertemanan.

SuaraJabar.id - Kasus pembunuhan ZAAQ (14), siswa SMPN 26 Bandung, di lahan bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, semakin meruncing dengan bocornya jejak digital pelaku di media sosial.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Cimahi mengungkapkan motif pembunuhan adalah sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan.

Namun, tangkapan layar percakapan dan unggahan yang diduga milik pelaku, YA (16), mengindikasikan adanya motif yang lebih dalam, yakni masalah cinta yang berliku.

Netizen membocorkan sejumlah unggahan yang diduga kuat berasal dari akun media sosial YA, dengan nama pengguna "ZY_oga25".

Unggahan-unggahan tersebut, yang bertanggal awal Maret 2025, menunjukkan rentetan emosi yang kompleks, mulai dari kerinduan, sakit hati, hingga keinginan untuk melupakan namun tak kuasa.

Pada tanggal 11 Maret 2025, sebuah unggahan berbunyi, "Ternyata sejauh apapun aku melupakanmu, aku tetap merindukanmu."

Di bawahnya, akun ZY_oga25 menuliskan "De aa rindu berat "

Dua hari kemudian, pada 13 Maret 2025, unggahan lain muncul dengan kalimat, "dia memang sering aku ajak ribut, tapi kalau ga sama dia aku gabisa."

Komentar dari ZY_oga25 pada unggahan ini adalah "de Zein sehat² yah".

Baca Juga: Tragedi di Gang Sempit Cimahi: Dua Pekerja Tertimbun Longsor, Evakuasi Penuh Perjuangan

Nama "Zein" diduga kuat merujuk pada ZAAQ, yang memiliki inisial Z.

Unggahan ini menunjukkan adanya hubungan yang penuh dinamika, diwarnai pertengkaran namun juga ketergantungan emosional yang kuat.

Namun, unggahan yang paling mencolok dan menguatkan dugaan motif cinta adalah yang bertanggal 7 Maret 2025.

Sebuah doa menyayat hati tertulis, "ya Allah tolong hapuskan rasa ini, lepaskan dia dari pikiranku, ikhlas kan hati ini untuk melihat dia bahagia, matikan perasaan ku untuknya."

Di bawahnya, akun ZY_oga25 menuliskan, "kamu bahagia tapi aku sakit hati de zain". Pesan ini secara gamblang menunjukkan rasa sakit hati yang teramat dalam karena melihat "Zain" (ZAAQ) bahagia dengan orang lain, sementara dirinya sendiri menderita.

Pada tanggal yang sama, 7 Maret 2025, unggahan lain dari ZY_oga25 berbunyi, "sampai kapan pun ku tunggu kau de zein". Ini menunjukkan adanya harapan yang belum padam, keinginan untuk tetap menunggu ZAAQ, meskipun di satu sisi ia merasa sakit hati.

Jejak digital ini memberikan gambaran yang lebih kompleks dari sekadar "pemutusan hubungan pertemanan".

Unggahan-unggahan tersebut secara kuat mengindikasikan adanya perasaan cinta atau obsesi yang tak terbalas dari YA terhadap ZAAQ. Rasa sakit hati karena ZAAQ mungkin telah menemukan kebahagiaan lain, atau menolak perasaannya, diduga menjadi pemicu utama dendam yang berujung pada tindakan keji.

Tangkapan layar percakapan yang diduga milik pelaku dan korban yang viral di media sosial X.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Polres Cimahi Ajun Komisaris Besar Polisi Niko N. Adi Putra sebelumnya menyatakan bahwa tersangka YA (16) mengaku dendam karena korban memutus hubungan pertemanan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka," kata Niko.

Namun, dengan adanya bukti digital ini, pihak kepolisian diharapkan dapat mendalami lebih jauh apakah pemutusan hubungan pertemanan tersebut sebenarnya adalah penolakan cinta, atau ZAAQ telah menjalin hubungan dengan orang lain yang membuat YA cemburu.

Niko juga menambahkan bahwa YA berangkat ke Bandung dengan niat membunuh, diantar oleh AP (17).

"Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan," ujarnya. Niat ini, jika dikaitkan dengan jejak digital, semakin memperkuat dugaan bahwa emosi yang memuncak akibat masalah cinta menjadi faktor dominan dalam perencanaan pembunuhan ini.

Hubungan YA dan ZAAQ yang digambarkan "seperti kakak dan adik" oleh keluarga korban, serta komunikasi yang tetap berjalan meski ZAAQ pindah ke Bandung, bisa jadi merupakan celah bagi YA untuk terus memupuk perasaannya.

Namun, ketika perasaan itu tidak terbalas atau ZAAQ memilih jalan lain, YA mungkin merasa dikhianati dan sakit hati, yang berujung pada tragedi ini.

Polres Cimahi masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka serta sejumlah saksi guna melengkapi berkas perkara.

Dengan munculnya bukti digital ini, penyidikan diharapkan dapat mengungkap secara lebih lengkap motif dan rangkaian peristiwa, termasuk peran masalah cinta terlarang dalam kasus pembunuhan tragis ini.

Load More