Scroll untuk membaca artikel
Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Sabtu, 02 Maret 2024 | 14:05 WIB
(Dok: Angkasa Pura II)

SuaraJabar.id - PT Angkasa Pura II, pengelola 20 bandara dan bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney Group), mendukung penuh pengembangan pariwisata nasional.

Selain melalui peningkatan konektivitas penerbangan di berbagai daerah, dukungan untuk sektor pariwisata juga dilakukan AP II melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

Program TJSL tersebut dijalankan secara kolaborasi di antara para anggota InJourney Group yakni AP II, AP I, Sarinah, ITDC, Taman Wisata Candi dan Hotel Indonesia Natour.

VP of Corporate Communication AP II Cin Asmoro mengatakan kolaborasi para anggota InJourney Group dalam menjalankan program TJSL salah satunya ada di Banyuwangi.

Baca Juga: Simak! Dear Pelaku UMKM Bandung, Influencer Putri Risma Bagikan Tips Agar Konten Kamu Bisa FYP

AP II sendiri merupakan pengelola Bandara Banyuwangi sebagai pintu masuk wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Bertempat di Banyuwangi, pada 29 Februari 2024 dilakukan seremonial Aktivasi Program Kolaborasi TJSL Member InJourney Group. Adapun di Banyuwangi dijalankan program TJSL untuk mendukung pengembangan dua destinasi wisata,” ujar Cin Asmoro.

Executive General Manager Bandara Banyuwangi Johan Acton memaparkan program TJSL  di Desa Kemiren sebagai Kampung Wisata Osing dan Kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen.

“Di Desa Kemiren, dijalankan pengembangan keahlian para pelaku wisata yang tergabung di dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pada 15 Februari 2024 telah dilakukan pelatihan Digital Marketing guna mempromosikan Desa Kemiren secara online. Lalu, pada 3 Maret 2024 akan dilakukan pelatihan Hospitality bagi pelaku wisata setempat,” ujar Johan Acton.

Desa Kemiren sendiri merupakan desa yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, dan menjadi bagian dari kawasan Ijen Geopark. Mayoritas penduduk desa tersebut adalah suku osing yang merupakan suku asli Kabupaten Banyuwangi. Di Desa Kemiren, dapat ditemui budaya yang beraneka ragam mulai adat istiadat, bahasa, kesenian, tradisi lisan, manuskrip, teknologi, pengetahuan dan permainan tradisional.

Baca Juga: Co-Founder Pijak Bumi Blak-blakan Jurus Jitu Sukses Berusaha di Suara UMKM Pasar Lokal

Sementara itu, di Taman Wisata Alam Kawah Ijen dijalankan program InJourney Sustainable Tourism guna memastikan keberlanjutan destinasi wisata, melalui penanaman 1.000 pohon cemara gunung.

Load More