SuaraJabar.id - Pemandangan miris terlihat di Sungai Citarum. Tumpukan sampah plastik dan sampah rumah tangga menumpuk hingga membuat pulau buatan. Sungai yang dulunya bersih kini menjadi lautan sampah.
Sungai Citarum merupakan salah satu sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat (Jabar). Total luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 6.614 km2 yang merupakan 22% dari luas Jabar.
Sungai yang memiliki hulu di Cekungan Bandung dan bermuara di Laut Jawa sangat dibutuhkan oleh sekitar 25 juta jiwa dengan 15 juta jiwa yang tinggal di sekitar sungai.
Nama Sungai ini berasal dari kata Ci dan Tarum. Ci bisa diartikan sebagai Cai dalam bahasa Sunda, artinya air. Sedangkan Tarum merupkan nama kerajaan Hindu terttua di Jawa Barat, Tarumanegara.
Sumber mata air sungai ini berasal dari Gunung Wayang sebelah selatan Kota Bandung. Sumber mata air dari gunung Wayang ini mengalir hingga ke cekungan Bandung dan tertuju hingga ke Waduk Saguling.
Di area Sungai Citarum diketahui memiliki tujuh mata air yakni, Pangsiraman, Cikahuripan, Cikawedukan, Koleberes, Cihaiwung, Cisandane dan Cisanti.
Dikutip dari sejumlah literasi sejarah, Sungai Citarum termasuk salah satu sungai Purba di Indonesia. Dari hasil penelitian para ahli Geologi, sekitar 105.000 tahun yang lalu sungai Citarum telah terbendung oleh letusan dasyat Gunung Sunda hingga akhirnya membentuk sebuah danau bernama Danau Bandung Purba.
Material letusan Gunung Sunda ini kemudian menumpuk di area lembah hingga membuat danau raksasa terbelah. Diyakini, belahan Danau Bandung Purba itu menciptakan Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur.
Kondisi evolutif dan aliran air anak sungai Citarum di masa itu menyebabkan kawasan sekitar patahan menjadi amblas. Dari 16.000 tahun lalu, air yang ada di dua Danau Bandung Purba menjadi lebih menyusut.
Baca Juga: Penampakan Pulau Sampah di Sungai Citarum, Pj Gubernur Bilang Begini
Tempat penyusutan Danau Bandung Purba ini konon menjadi kawasan yang saat ini lebih dikenal sebagai Curug Jompong.
Sejarah juga mencatat Sungai Citarum adalah bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh, Kerajaan Padjajaran, hingga Kerajaan Sumedang Larang maupun Kerajaan Cirebon juga Kerajaan Banten.
Sungai ini bisa dikatakan turut menjadi saksi sejarah peradaban manusia di Jawa Barat.
Sungai Citarum dari Masa ke Masa
Dari catatan sejarah di sekitar abad ke-4, Jayashingawarman membuka hutan dan membangun sebuah dusun kecil di daerah pinggiran Sungai Citarum. Dusun itu kemudian berkembang dan menjadi kerajaan besar.
Kerajaan ini menjadi kerajaan Hindu tertua dan sekaligus terbesar di Jawa Barat. Kerajaan Tarumanegara tercatat berkuasa di Pulau Jawa dari abad ke-4 hingga ke-7.
Berita Terkait
-
Penampakan Pulau Sampah di Sungai Citarum, Pj Gubernur Bilang Begini
-
Jabar Targetkan Juara Umum Peparnas 2024 di Sumatera Utara
-
Geger! 3 Tahun Dibully Siswi SMK di Bandung Meninggal Dunia, Ini Kata Keluarga
-
HUT Kabupaten Majalengka, Bey Machmudin: Momentum Gotong Royong Bangun Majalengka Lebih Maju
-
Tahun Ini, Jawa Barat Targetkan Kunjungan Wisatawan Tembus 100 Juta Orang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor