SuaraJabar.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera mengeksekusi berbagai langkah strategis dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harganya mulai tahun 2025.
Sebagai langkah awal, dilakukan rapat koordinasi antara Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama para pejabat penting seperti beberapa menteri, kepala daerah provinsi serta kabupaten/kota di Jabar dan dinas terkait, di Bandung, Selasa (24/12/2024).
"Total ada beberapa hal penting yang dibahas. Pertama soal irigasi, kami meminta seluruh kabupaten melaporkan wilayah pertanian yang belum memiliki irigasi. Jika anggaran daerah tidak mencukupi, pemerintah pusat siap membangun," kata Zulkifli Hasan, usai rapat koordinasi di Gedung Pakuan, Bandung.
Dengan adanya saluran irigasi ini, kata Zulkifli, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di daerah-daerah yang sebelumnya terkendala, terlebih jika musim tanam dilakukan pada periode kemarau yang membutuhkan suplai air cukup.
Baca Juga: Antisipasi Jalan Putus Akibat Bencana, Jabar Siagakan DRU di 19 Titik
Isu strategis kedua, ujar Zulkifli, adalah distribusi pupuk yang sistemnya kini telah disederhanakan, dari sebelumnya terkadang pupuk datang ketika telah waktunya panen.
"Kini, cukup dengan surat dari petani (gapoktan), pupuk bisa langsung diterima dari kios atau pengecer, tanpa rantai panjang seperti sebelumnya. Jadi kita minta dimonitor, jangan sampai ada di daerah mana pun tanam, tapi pupuknya tidak ada," ujar Zulkifli.
Hal strategis berikutnya, kata dia, pemerintah akan memaksimalkan serapan gabah dari petani untuk memastikan stok dalam negeri mencukupi.
"Harga gabah nantinya akan berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. Keputusan final akan segera dilaporkan ke Presiden," ujarnya dilansir ANTARA.
Kemudian, Zulkifli meminta pemerintah daerah memastikan serapan hasil panen untuk menghindari kerugian petani, mengingat panen raya yang biasanya berlangsung pada bulan Maret-April, diperkirakan bergeser lebih awal karena perubahan iklim serta pasokan juga akan melimpah.
Baca Juga: Satgas Pangan Polda Jabar Turun ke Sejumlah Pasar Tradisional, Antisipasi Kelangkaan saat Natal
Zulkifli juga optimis produksi gabah akan mencapai 30 juta ton, dengan puncak panen raya di Maret diperkirakan mencapai 5,6 juta ton.
"Doakan agar target ini tercapai. Dengan semangat kerja bersama, insya Allah kita mampu," katanya lagi.
Isu strategis juga menyasar sektor perikanan dan garam, dengan pemerintah berencana membangun 20.000 hektare tambak ikan budi daya, terutama di wilayah Cirebon dan Indramayu, yang targetnya mulai tahun 2025 Indonesia tidak lagi mengimpor bahan pokok dari luar negeri.
"Di dalamnya termasuk garam, beras, jagung, dan gula," ujar Zulkifli.
Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut, revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum juga menjadi prioritas pemerintah, untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Rapat koordinasi itu, juga membahas mengenai usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan stabilisasi harga jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Kami sedang mengatur agar stok mencukupi dan harga tetap stabil," katanya lagi.
Zulkifli menyebutkan bahwa program-program hasil rakor ini, nantinya akan dievaluasi dalam tiga bulan mendatang, dengan pemantauan langsung melalui dashboard dan hotline crisis center.
Berita Terkait
-
Cara Perusahaan Swasta Investasi Sosial Demi Ketahanan Pangan Lokal
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
Penyerapan Gabah Petani Mencapai 725.000 Ton Setara Beras: Rekor Tertinggi Bulog 10 Tahun Terakhir
-
Kasus Dana Iklan BJB, Ridwan Kamil Bakal Diperiksa Setelah Lebaran, Apa Saja yang Disiapkan KPK?
-
Dukung Hubungan Verrell Bramasta dan Fuji, Zulkifli Hasan Soroti Adab Anak Haji Faisal
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar