SuaraJabar.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/2/2025) pagi terlihat lebih sibuk dari biasanya karena petugas sedang menangani korban kecelakaan maut di gerbang tol Ciawi pada Selasa (4/2/2025) menjelang tengah malam.
Dari pantauan Antara langsung di RSUD Ciawi, berikut disampaikan fakta-fakta terkait kecelakaan, yang diperoleh informasinya dari Polresta Bogor Kota
Tempat Kejadian Perkara
Jalan Tol Jagorawi Jalur B (arah Jakarta) tepatnya di depan gerbang Tol Ciawi 2 KM 41, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor.
Kendaraan yang terdampak:
a. Kendaraan Truck Tronton No. Pol : B-9235-PYW.
b. Kendaraan Toyota Putih No. Pol. : XXXX (terbakar)
c. Kendaraan Daihatsu Sigra No. Pol. : XXXX (terbakar
d. Kendaraan Toyota Avanza No. Pol. : XXXX
e. Kendaraan Toyota Innova Reborn No. Pol. : B-2612-TRX
f. Kendaraan Honda Jazz No. Pol. : F-1143-AK
g. Kendaraan Daihatsu Xenia No. Pol. : B-1381-BFY
Identitas pengendara/pengemudi:
a. Kendaraan Truck Tronton No. Pol : B-9235-PYW. atas nama Bendi Wijaya
NIK : 320225060394001
Alamat : Kp. Bangkong Reong RT 4/07 Benda cicurug
TTL : Sukabumi06 03 1994
b. Kendaraan Toyota Putih No. Pol. : XXXX (terbakar) dalam penyelidikan
c. Kendaraan Daihatsu Sigra No. Pol. : XXXX (terbakar) dalam penyelidikan
d. Kendaraan Toyota Avanza No. Pol. : XXXX dalam penyelidikan
e. Kendaraan Toyota Innova Reborn No. Pol. : B-2612-TRX, dalam penyelidikan
f. Kendaraan Honda Jazz No. Pol. : F-1143-AK, dalam penyelidikan
g. Kendaraan Daihatsu Xenia No. Pol. : B-1381-BFY, dalam penyelidikan
Jumlah korban meninggal dunia delapan orang terdiri atas tujuh pria dan satu wanita. Identitas korban tewas masih dalam penyelidikan. Korban tewas berada di ruang jenazah RSUD Ciawi dan wartawan tidak diperkenankan mendekat. Wartawan hanya diperbolehkan di depan IGD.
Dari tujuh pria yang tewas, dua diantaranya dalam kondisi hangus terbakar.
Sementara lima pria yang tewas antara lain memiliki ciri-ciri, korban pertama, usia sekitar 40-50 tahun, rambut hitam lurus pendek, memakai kaus hitam dan celana panjang coklat. Korban kedua, usia 50-60 rambut ikal putih, berkaus merah dan celana jins. Ketiga, usia 30-40 tahun, rambut hitam lurus pendek berbaju coklat dan celana hitam. Keempat usia 25-35 tahun, rambut ikal hitam pendek, kaus kuning dibalut sweater hitsm celana abu-abu. Kelima usia 40-50 tahun, rambut ikal pendek, kemeja hijau tua bergaris putih.
Sementara satu korban tewas wanita berusia sekitar 20-30 tahun, baju hitam putih kotak-kotak.
Berikut sebelas korban luka-luka:
1. Bendi Wijaya
NIK : 320225060394001
Alamat : Kp. Bangkong Reong RT 4/07 Benda cicurug (LB)
TTL : Sukabumi 06 03 19 (pengemudi Kendaraan Truck Tronton No. Pol : B-9235-PYW) (masih belum sadarkan diri dan dalam penanganan medis di RSUD Ciawi(IGD).
2. Dani Nursamsu petugas jasa marga (LB)
Laki-laki 45 tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Sumedang Bukan Cuma Tahu! Ini 3 Hidden Gem Wisata Alam Estetik yang Wajib Kamu Kunjungi
-
Ketua DPRD Bogor Desak Polisi 'Sikat Habis' Tambang Emas Ilegal di Pongkor dan Cigudeg
-
Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 17 Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap Identifikasi SDA
-
Baru Kumpul Tahun Baru, Keluarga Pramugari Esther Aprilita di Bogor Masih Berharap Mukjizat