SuaraJabar.id - Seorang pria berinisial E (46 tahun), karyawan PT Sinar Mitra, mengaku menjadi korban pembegalan setelah mengambil uang setoran rokok sebesar Rp504 juta. Akibat kejadian ini, korban mengalami dua luka bacok.
"Saat korban hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor usai mengambil uang setoran dari kios sembako korban mengaku dibuntuti dari belakang oleh orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih tidak menggunakan plat nomor," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPTU Astuti Setyaningsih, Rabu (5/3/2025).
Peristiwa dugaan pembegalan terjadi di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban mengaku dipepet dan ditendang oleh pelaku hingga terjatuh di area pemakaman. Pelaku kemudian merampas tas ransel berisi uang Rp504 juta dan ponsel korban.
"Tepatnya di area pemakaman, korban di pepet dan di tendang kemudian korban jatuh tersungkur ke sebelah kiri trotoar kemudian pelaku langsung merampas tas ransel yang berisi uang kurang lebih Rp.504.000.000," jelas Astuti dilansir sukabumiupdate.com, jaringan suara.com.
Uang tersebut merupakan hasil setoran dari toko-toko di Sukabumi. Setelah merampas tas, pelaku membacok korban dengan senjata tajam di bagian tangan dan paha kiri.
"Uang itu merupakan uang setoran dari toko-toko dan satu buah hand phone (milik korban), selanjutnya pelaku membacokan senjata tajam ke arah lengan sebelah kanan dan paha sebelah kiri korban," tambahnya.
Polisi sedang melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan pencurian dengan kekerasan ini.
"Selebihnya masih dilakukan penyelidikan, kami juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian," pungkas Astuti.
Baca Juga: 5 Amalan Sederhana yang Berdampak Luar Biasa Pada Jiwa dan Juga Bernilai Besar di Bulan Ramadan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba