SuaraJabar.id - BNPB menilai positif upaya penertiban bangunan di kawasan hutan resapan air guna memperkecil dampak bencana banjir seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi di kawasan Puncak, Bogor, tapi harus dilakukan konsisten.
Menurut dia, jika upaya seperti itu tidak mulai dilakukan sekarang maka kemudian akan menjadi sumber yang berkontribusi besar atas kondisi bencana alam seperti banjir-tanah longsor, bukan hanya di wilayah hulu yang dalam hal ini kawasan Puncak tetapi juga hilir yakni Jakarta, Bekasi, Depok, Tanggerang dan seterusnya.
"Penertiban dilakukan untuk mengembalikan lagi fungsi resapan air daerah hulu (Bogor). Bila penertiban ini bisa konsisten maka 10 tahun ke depan situasi bencananya tidak separah seperti saat ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran konferensi "Disaster Breafing" yang diikuti secara daring dari Jakarta, Senin (10/3/2025) petang.
Merujuk data yang dilaporkan BNPB sebelumnya pada Selasa (4/3/2025), jumlah korban banjir di Bogor, Jawa Barat ada sebanyak 381 keluarga atau 1.399 orang warga. Di mana 346 orang korban di antaranya mengungsi, dan satu orang warga hilang terseret banjir dan dalam proses pencarian setidaknya sampai dengan Senin (3/3) petang.
Banjir juga berdampak di Jakarta, dengan jumlah sedikitnya ada 485 keluarga atau 1.446 orang dan sebanyak 224 unit rumah di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan yang terendam banjir dengan ketinggian muka air 50 centimeter -1,5 meter.
Kemudian di Kota Depok, Jawa Barat banjir melanda 19 lokasi antara lain bantaran Kali Cabang Timur, luapan Kali Cabang Barat Mampang, luapan Situ Pengarengan, belakang Depok Town Square (Detos), Perumahan Mutiara Depok, Perumahan PGRI Pasir Putih, Perumahan Taman Duta, Bukit Cengkeh, Rini Jaya Pondok Jaya, Jalan Raya Juanda.
Banjir di Kota Bekasi dengan ketinggian 3-4 meter mengakibatkan 61 ribu keluarga terdampak dari tujuh kecamatan mulai dari Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu. Selain itu banjir juga merendam enam kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai dari Cibarusah, Serang Baru, Setu, Cikarang Utara, Cibitung, dan Tambun Utara dengan korban terdampak ribuan jiwa.
Kemudian banjir di Kabupaten Tangerang melanda enam wilayah kecamatan antara lain di Pagedangan, Teluk Naga, Legok, Tigaraksa, Panongan, dan Jambe, dengan ketinggian muka air mulai dari 50 centimeter sampai dengan satu meter. Jumlah korban terdampak diperkirakan 3.000 orang warga.
"Nah kalau penertiban dilakukan secara masif, dan kita bisa mengembalikan fungsi daerah hulu itu sebagai daerah resapan maka kita bisa berharap banyak, 3-5 tahun situasi bisa berubah signifikan," tegas Abdul Muhari dilansir ANTARA.
Baca Juga: Hujan Berkepanjangan, Gunungan Sampah di TPA Sarimukti Longsor
Dalam hal ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan pembongkaran bangunan tak berizin di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, dapat diselesaikan sebelum Idul Fitri 1446 Hijriah, di dalamnya termasuk tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak.
Dedi menerima informasi bahwa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Hibisc Fantasy Puncak hanya sekitar 4.800 meter persegi. Namun, di lapangan pembangunan kawasan wisata itu mencapai 15.000 meter persegi.
Tempat wisata yang dikelola oleh BUMD Provinsi Jawa Barat, PT Jasa dan Kepariwisataan itu hanya mengantongi izin untuk 14 bangunan, sedangkan terdapat 25 bangunan yang belum mengantongi izin sehingga dibongkar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Reward Emas untuk Dorong Akuisisi Pengguna BRImo