SuaraJabar.id - Bakteri Brucella yang bisa menyebabkan penyakit Brucellosis pada ternak memamah biak, bisa menginfeksi manusia jika mengkonsumsi daging ternak yang tengah sakit.
Namun, kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Kesmavet Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat drh. Suprijanto, mengkonsumsi daging ternak terpapar Brucella, tidak berbahaya.
"Justru yang berbahaya itu kalau meminum susu dari hewan ternak. Terutama sapi ya itu bisa menginfeksi," kata Suprijanto saat dihubungi ANTARA di Bandung, Jumat (14/3/2025).
Meski demikian, kata Suprijanto, untuk manusia, bakteri Brucella tidak menimbulkan gejala yang sangat berat selain sakit kepala dan kehilangan produktivitas.
"Kalau di manusia gejalanya mild, tidak begitu parah paling hanya sakit kepala, kehilangan produktivitas dalam jangka waktu satu sampai tiga hari, jadi tidak seperti pada hewan itu yang bisa menyebabkan keguguran," ucapnya.
Pada hewan, katanya, bakteri Brucella kerap menyerang hewan ruminansia atau pemamahbiak baik yang besar maupun yang kecil.
"Bakteri ini, menyebabkan hewan, semisal sapi ketika Bunting 7, 8, atau 9 bulan itu mengalami keguguran," ucap Suprijanto.
Berdasarkan berbagai sumber bakteri Brucella ditemukan di berbagai jenis hewan, seperti sapi, kambing, domba, babi, babi hutan, anjing pemburu, rusa, bison, dan unta.
Seseorang dapat tertular brucellosis melalui berbagai cara, seperti menghirup udara yang terkontaminasi bakteri Brucella, mengonsumsi produk yang masih mentah atau setengah matang, seperti daging sapi, susu, atau keju, dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella
Baca Juga: Wabah PMK Ancam Peternak Sumedang, Ratusan Sapi Terinfeksi
Kemudian menyentuh darah, sperma, atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella, terutama jika cairan tubuh tersebut masuk ke aliran darah melalui luka terbuka
Brucellosis umumnya tidak menyebar antarmanusia. Namun, pada kasus tertentu, ibu hamil dan ibu menyusui yang terkena brucellosis dapat menurunkan penyakit ini ke anaknya.
Meski jarang terjadi, brucellosis juga bisa menular melalui hubungan seks, dan transfusi darah atau transplantasi organ yang telah terkontaminasi bakteri Brucella.
Gejala brucellosis bisa muncul dalam hitungan hari atau bulan setelah terinfeksi. Gejalanya bisa serupa seperti gejala flu, yaitu demam, batuk, menggigil, mudah lelah, sakit perut, sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot dan sendi, berat badan menurun, hilang nafsu makan, berkeringat di malam hari.
Gejala brucellosis bisa hilang dalam beberapa minggu atau bulan, tetapi bisa kambuh. Pada sebagian orang, gejala bisa berlangsung bertahun-tahun (kronis), meskipun telah diobati.
Gejala kronis yang dapat terjadi antara lain demam berulang, nyeri sendi, buah zakar bengkak, kelelahan, depresi, pembengkakan di hati atau limpa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat