SuaraJabar.id - Imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal Barak Militer menjadi sorotan di sosial media.
Dedi Mulyadi menghimbau anak-anak di luaran sana yang masih tidak patuh pada orangtuanya dan seenaknya sendiri maka akan ia jemput ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi mengatakan bagi anak-anak yang masih susah tidur, susah makan, hingga malas bersekolah maka akan dijemput.
Mendengarkan imbauan sekaligus gertakan dari Pak Gubernur Dedi Mulyadi ini, ada seorang anak kecil yang menanggapinya.
Bahkan, anak polos ini terlihat sangat takut, sehingga ia patuh dengan setiap perkataan yang diucapkan Dedi Mulyadi dalam video.
“Aku mau makan,” ucap anak tersebut.
“Aku nggak jajan,” sambungnya.
Anak ini sontak langsung mengiyakan apapun yang diperintahkan Dedi Mulyadi dalam video, seperti mau makan dan tidak jajan sembarangan.
Mendengarkan respon kocak dari anaknya, orangtua si anak justru bersyukur dan berterima kasih pada sang gubernur Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Laki-laki Suka Berbohong Jadi Target Masuk Barak Militer
“Terima kasih pak Gubernur anak saya yang udah makan jadi mau makan lagi,” tulis akun @adjipermana12.
Video tersebut sontak mengundang beragam komentar kocak dari netizen. Bahkan, ada yang hendak menyerahkan istrinya ke Barak Militer.
“obat napsu makan sekarang pak dedi mulyadi,” tulis @ana Yohana 57.
“pak KDM tolong isteriku bawa ke barak militer,,krjaanya tiap hari belanja online trs ,” sahut @herman_korg.
“pa dedi suami ku ga mau kerja,bawa y ke militer,” sahut @nurhayati.
“Cape2 bikin campaign eh nurutnya sama kang Dedi ,” ucap @Cinta Bunda Vitabumin.
Dedi Mulyadi sarankan Masuk Barak Militer
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sebuah video yang berisi himbauan untuk seluruh anak-anak di Jawa Barat.
Dedi mengatakan bahwa siapa saja anak-anak Jawa Barat yang tidak mematuhi orangtuanya, dan bertingkah semaunya sendiri maka akan menjadi targetnya untuk dijemput.
Dedi memposting videonya itu di akun sosial media tiktoknya @dedimulyadiofficial.
“Hey ayoo siapa yang anakku nggak mau mandi, siapa yang anak-anakku nggak mau makan, siapa yang nggak mau tidur, siapa yang susah bangun, siapa yang nggak mau ke sekolah, siapa yang jajan terus?” ucap Dedi, dikutip dari tiktoknya, Rabu (7/5/25).
“Awas yaa.. kalau sampai melawan orangtuanya, nggak patuh, pengen jajan terus, susah tidur, susah bangun, susah mandi, susah makan, malas ke sekolah, awas lo.. Pak Gubernur datang nanti ke rumahnya ngejemput,” sambungnya.
Dedi sontak memberi pilihan apakah mau dijemput ke rumah, atau lenih memilih untuk patuh pada kedua orang tuanya.
“Ayo.. mau dijemput ke rumah? Atau mau nurut sama ibu dan bapaknya,” ucap Dedi.
“Ayo cepet.. Pak Gubernur datang nanti kalau nggak nurut, nanti dibawa ini nanti, awas,” sambungnya.
Meskipun tidak dijelaskan secara rinci akan dijemput dan dibawa kemana. Namun penjelasan Dedi itu seolah mengarah pada program barunya, yaitu Pendidikan karatker untuk anak-anak bermasalah di Barak Militer.
Ratusan Siswa Pulang
Sebanyak 273 pelajar dipulangkan usai menjalani 18 hari pendidikan wajib militer atau program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.
Ratusan siswa itu dihadirkan saat Pemprov Jabar memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-117 tahun 2025, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025).
Beberapa pelajar ditunjuk langsung sebagai petugas upacara peringatan, mulai dari menjadi pasukan pengibar bendera hingga melaksanakan defile bersama 11 pasukan elite TNI/ Polri.
Dedi Mulyadi pun mengapresiasi ke seluruh peserta pelajar yang turut dalam program ini.
Menurut Gubernur Jawa Barat tersebut para pelajar yang ikut dalam kegiatan ini telah memperlihatkan diri sebagai manusia yang bertanggung jawab, mempunyai harapan dan masa depan.
"Saya yakin besok kalian semua ada yang jadi tentara, polisi, dokter, pilot, ASN atau pengusaha. Jadi petani, damkar atau apapun yang penting kalian menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan," tutur KDM.
"Kalian bukan anak nakal, tapi semua adalah anak hebat, anak Indonesia, anak Jawa Barat, dan anak masa depan," sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin