SuaraJabar.id - Sebuah ledakan dahsyat yang mengguncang sumur minyak milik Pertamina EP di Subang pada Selasa subuh tidak hanya meninggalkan kobaran api yang viral di media sosial, tetapi juga kisah tragis dua pekerjanya.
Kedua korban sumur minyak Pertamina meledak itu kini harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka bakar serius.
Diduga kuat, keduanya menjadi korban saat sedang menjalankan tugas, yakni hendak memeriksa dugaan kebocoran pada pipa gas sumur minyak Pertamina itu.
Namun nahas, sebelum masalah teratasi, ledakan keburu terjadi dan menyambar tubuh mereka.
Manajemen Pertamina EP mengonfirmasi bahwa ada korban dalam peristiwa yang terjadi di Gas line CO2 Removal area Stasiun Pengumpul Subang, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, pada sekitar pukul 04:30 WIB itu.
Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, memberikan keterangan mengenai kondisi kedua korban.
"Dalam insiden tersebut dua pekerja mengalami cidera luka bakar dan dalam keadaan sadar penuh," demikian bunyi keterangan resmi tersebut.
Langkah cepat penanganan medis langsung dilakukan. Kedua korban yang dalam kondisi sadar langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Hamori Subang.
Mengingat luka bakar yang diderita cukup serius, keduanya kemudian dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.
Baca Juga: Ledakan Sumur Minyak Pertamina Subang Viral, Warga Panik Rekam Api Membumbung Tinggi
Sementara itu, tim darurat Pertamina di lokasi berjuang untuk memadamkan api yang berkobar hebat. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil beberapa jam setelah ledakan terjadi.
"Pinto menyampaikan api yang terjadi akibat ledakan itu berhasil dipadamkan pada pukul 06:41 WIB oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Pertamina EP Subang Field," lanjut keterangan tersebut.
Pertamina memastikan bahwa seluruh langkah penanganan, baik terhadap korban maupun terhadap api, telah dilakukan sesuai prosedur keselamatan perusahaan.
"Ia memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai dengan standar Health, Safety, Security, and Environment yang diberlakukan Perusahaan."
Sementara itu, dahsyatnya ledakan yang melukai kedua pekerja tersebut terekam dalam sejumlah video amatir warga yang viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas kobaran api raksasa disertai suara ledakan yang menggelegar, yang menggambarkan betapa berbahayanya situasi yang dihadapi oleh kedua korban saat insiden maut itu terjadi.
Berita Terkait
-
Ledakan Sumur Minyak Pertamina Subang Viral, Warga Panik Rekam Api Membumbung Tinggi
-
Detik-Detik Sumur Minyak Pertamina di Subang Meledak Terekam Kamera!
-
5 Fakta Penting Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang, Puluhan Jadwal Kacau
-
KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang: Evakuasi Rampung, 9 KA Tertahan dan 43 Lainnya Memutar Arah
-
Longsor Dahsyat Lumpuhkan Jalur Cipasung-Subang, Pengendara Terjebak!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang