Andi Ahmad S
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:42 WIB
Aksi solidaritas atau unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat kian memanas menjelang petang. (AyoBandung.com).
Baca 10 detik
  • Tuntut Keadilan untuk Rekan Ojol di Jakarta
  • Ratusan Massa Diprediksi Terus Bertambah
[batas-kesimpulan]

SuaraJabar.id - Suasana di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat berubah mencekam pada Jumat (29/8/2025) sore.

Aksi solidaritas yang awalnya damai dengan cepat memanas, berujung bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Massa yang marah merangsek maju, mencoba membobol pertahanan di gedung wakil rakyat tersebut.

Asap, teriakan, dan lemparan berbagai benda mewarnai lokasi aksi. Situasi menjadi tidak terkendali saat massa mulai meluapkan amarahnya, menjadikan Gedung DPRD Jabar sebagai sasaran utama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, eskalasi kekerasan terjadi secara cepat. Massa yang berkumpul tak henti-hentinya melemparkan berbagai benda ke arah halaman gedung yang dijaga ketat oleh aparat.

Benda-benda yang melayang di udara meliputi:

  • Batu dan bongkahan kayu
  • Botol plastik berisi air
  • Bom molotov yang menyalakan api

Dilansir dari AyoBandung -jaringan Suara.com. Gerbang utama yang telah dilapisi kawat berduri menjadi sasaran utama massa untuk dibobol.

Tak hanya itu, sejumlah massa nekat memanjat tembok di sisi kanan gedung, sementara videotron di bagian depan menjadi bulan-bulanan lemparan.

Sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras yang mengguyur Kota Bandung ternyata tidak mampu mendinginkan suasana.

Baca Juga: Rumah MPR RI Ludes Dibakar Demonstran

Massa tetap bertahan. Puncaknya terjadi pada pukul 15.16 WIB, saat suasana semakin riuh dengan lemparan lebih dari lima bom molotov ke arah barikade polisi.

Merespons serangan yang semakin membabi buta, aparat yang berjaga di dalam kompleks DPRD Jabar akhirnya melepaskan tembakan gas air mata.

Asap putih pekat yang memerihkan mata sontak membuat massa kocar-kacir. Namun, perlawanan tidak berhenti. Pukul 15.26 WIB, massa kembali merapat dengan jumlah yang terpantau lebih banyak, diperkuat oleh puluhan mahasiswa yang baru tiba di lokasi.

Di tengah kekacauan, terungkap pemicu utama amarah massa. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas insiden yang menimpa rekan mereka sesama pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta pasca-demonstrasi sebelumnya.

Gusti, salah satu perwakilan ojol, dengan lantang menyuarakan tuntutan mereka.

"Saya sebagai masyarakat Indonesia mengutuk keras kepada pihak polisi yang seakan-akan tidak punya hati nurani melindas teman saya, saudara saya. Tolong diusut tuntas semuanya,” seru Gusti di hadapan massa.

Dia menilai aparat telah mengkhianati rakyat kecil yang setiap hari berjuang di jalanan. Ia secara khusus mengutuk keras tindakan aparat di Jakarta yang diduga menjadi penyebab tewasnya rekan mereka.

"Rakyat sedang berjuang, tolong lihat ke bawah. Kami pengguna ojol sangat mengutuk keras kejadian ini," tambahnya dengan nada geram.

Gusti memprediksi bahwa jumlah massa akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Solidaritas di antara para pengemudi ojol menjadi kekuatan utama aksi ini.

"Ojol yang hadir di sini sekitar 200–300 orang, bahkan bisa lebih. Semua adalah saudara yang memperjuangkan hak-hak mitra ojol," jelasnya.

Load More