Andi Ahmad S
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Ratusan pelajar diamankan di Mako Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025). ANTARA/HO-Polres Bogor
Baca 10 detik
  • 171 Pelajar Yang Diduga Kuat Hendak Bergerak ke Jakarta Diamankan
  • Pelajar Diamankan Dari Sekolah-sekolah Ini
[batas-kesimpulan]

SuaraJabar.id - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah aglomerasi Jakarta digagalkan rencananya untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Ibu Kota.

Polres Bogor Polda Jawa Barat mengamankan total 171 pelajar yang diduga kuat hendak bergerak ke Jakarta pada Kamis. Mereka dicegat di berbagai titik perbatasan saat mencoba menyusup melalui jalur arteri hingga kereta rel listrik (KRL).

Operasi penyekatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi massa yang berpotensi ricuh dan membahayakan keselamatan mereka.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, dalam keterangannya di Mako Polres Bogor, merinci titik-titik lokasi pengamanan para pelajar tersebut.

Mayoritas dari mereka, sebanyak 137 orang, dikumpulkan di Aula SS Polres Bogor. Sisanya diamankan di dua polsek perbatasan:

Para pelajar ini, yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kedapatan berupaya menuju Jakarta dengan berbagai cara.

“Rata-rata yang diamankan ini masih pelajar SMK. Mereka sudah membeli tiket, kemungkinan akan turun di Palmerah atau Blok M. Ada juga yang mencoba menyamarkan diri dengan memakai pakaian sipil di luar, sedangkan seragamnya dipakai di dalam,” ungkap AKBP Wikha.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap gawai milik para pelajar, polisi menemukan bahwa ajakan untuk ikut aksi tersebar masif melalui flyer digital di media sosial dan grup-grup percakapan sekolah.

Namun, AKBP Wikha menegaskan tidak ada indikasi ajakan tersebut bersifat terstruktur atau diorganisir oleh kelompok tertentu.

Baca Juga: Kepala Desa di Bogor Diduga Terima Gratifikasi Rp2,3 Miliar

Menurutnya, fenomena ini lebih didorong oleh faktor psikologis anak muda, yakni *Fear of Missing Out* atau FOMO.

“Lebih kepada fomo atau ikut-ikutan saja,” ujarnya singkat, menggambarkan bagaimana para pelajar ini terprovokasi untuk ikut serta agar tidak merasa ketinggalan tren atau aktivitas teman-temannya.

Polisi memastikan tidak menemukan barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dari ratusan pelajar yang diamankan.

Data yang dirilis Polres Bogor menunjukkan sebaran asal sekolah para pelajar yang sangat beragam, mencakup wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, Tangerang, hingga Lebak.

Personel polisi menghalau pengunjuk rasa saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di Aula SS Polres Bogor, beberapa sekolah yang teridentifikasi antara lain:

  • SMK Insan Kreatif (20 orang)
  • SMK Tri Dharma 1 Kota Bogor (18 orang)
  • SMK Mutiara Insani (11 orang)
  • SMK Generasi Mandiri (7 orang)

Terdapat pula sembilan orang yang diamankan namun sudah tidak bersekolah.

Load More