- 171 Pelajar Yang Diduga Kuat Hendak Bergerak ke Jakarta Diamankan
- Pelajar Diamankan Dari Sekolah-sekolah Ini
SuaraJabar.id - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah aglomerasi Jakarta digagalkan rencananya untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Ibu Kota.
Polres Bogor Polda Jawa Barat mengamankan total 171 pelajar yang diduga kuat hendak bergerak ke Jakarta pada Kamis. Mereka dicegat di berbagai titik perbatasan saat mencoba menyusup melalui jalur arteri hingga kereta rel listrik (KRL).
Operasi penyekatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi massa yang berpotensi ricuh dan membahayakan keselamatan mereka.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, dalam keterangannya di Mako Polres Bogor, merinci titik-titik lokasi pengamanan para pelajar tersebut.
Mayoritas dari mereka, sebanyak 137 orang, dikumpulkan di Aula SS Polres Bogor. Sisanya diamankan di dua polsek perbatasan:
Para pelajar ini, yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kedapatan berupaya menuju Jakarta dengan berbagai cara.
“Rata-rata yang diamankan ini masih pelajar SMK. Mereka sudah membeli tiket, kemungkinan akan turun di Palmerah atau Blok M. Ada juga yang mencoba menyamarkan diri dengan memakai pakaian sipil di luar, sedangkan seragamnya dipakai di dalam,” ungkap AKBP Wikha.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap gawai milik para pelajar, polisi menemukan bahwa ajakan untuk ikut aksi tersebar masif melalui flyer digital di media sosial dan grup-grup percakapan sekolah.
Namun, AKBP Wikha menegaskan tidak ada indikasi ajakan tersebut bersifat terstruktur atau diorganisir oleh kelompok tertentu.
Baca Juga: Kepala Desa di Bogor Diduga Terima Gratifikasi Rp2,3 Miliar
Menurutnya, fenomena ini lebih didorong oleh faktor psikologis anak muda, yakni *Fear of Missing Out* atau FOMO.
“Lebih kepada fomo atau ikut-ikutan saja,” ujarnya singkat, menggambarkan bagaimana para pelajar ini terprovokasi untuk ikut serta agar tidak merasa ketinggalan tren atau aktivitas teman-temannya.
Polisi memastikan tidak menemukan barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dari ratusan pelajar yang diamankan.
Data yang dirilis Polres Bogor menunjukkan sebaran asal sekolah para pelajar yang sangat beragam, mencakup wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, Tangerang, hingga Lebak.
Di Aula SS Polres Bogor, beberapa sekolah yang teridentifikasi antara lain:
- SMK Insan Kreatif (20 orang)
- SMK Tri Dharma 1 Kota Bogor (18 orang)
- SMK Mutiara Insani (11 orang)
- SMK Generasi Mandiri (7 orang)
Terdapat pula sembilan orang yang diamankan namun sudah tidak bersekolah.
Berita Terkait
-
Kepala Desa di Bogor Diduga Terima Gratifikasi Rp2,3 Miliar
-
Ngeri! Wajah Pelajar Cirebon Ditempel ke Konten Porno Pakai AI, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku
-
KPAI Lindungi 196 Pelajar yang Diamankan Polisi, Beri Jaminan Tidak Dikeluarkan dari Sekolah
-
Ini Dia Bocoran 2 Dinas Baru Pemkab Bogor, Siap-Siap Ngantor Sementara di Vivo Mall
-
Ngeri! Teknologi AI Disalahgunakan, Foto Puluhan Siswi di Cirebon Diedit Jadi Konten Asusila
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026