- Pesona Curug Ngebul, salah satu surga tersembunyi di Kecamatan Pagelaran, Cianjur.
- Longsor di Curug Ngebul Cianjur
- Proses pembersihan material longsor
SuaraJabar.id - Pesona Curug Ngebul, salah satu surga tersembunyi di Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat kini lenyap tertimbun duka.
Tebing yang menjulang gagah di sekitarnya runtuh, membawa material longsor yang menelan sebagian besar keindahan air terjun ikonik tersebut. Akibatnya, objek wisata ini ditutup total untuk waktu yang tidak ditentukan.
Pada Senin (8/9), tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur bersama relawan dan masyarakat setempat memulai perjuangan berat.
Mereka berjibaku membersihkan puing-puing longsor, sebuah tugas yang tidak hanya sulit tetapi juga mempertaruhkan nyawa.
Proses pembersihan material longsor ini jauh dari kata mudah. Camat Pagelaran, Reki Nopendi, mengungkapkan bahwa tim di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati.
Material longsor berupa lumpur pekat bercampur bebatuan berbagai ukuran menjadi tantangan utama.
"Upaya pembersihan material longsor dilakukan dengan sangat hati-hati," kata Reki.
Ancaman terbesar datang dari atas. Tebing yang baru saja longsor masih sangat labil.
"Masih banyak batu berjatuhan dari atas tebing," tambahnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Sekda! Cianjur Gelar Lelang Jabatan Massal, 5 Kursi Panas Ini Jadi Rebutan
Tim gabungan diperintahkan untuk waspada penuh dan harus segera menghentikan aktivitas jika hujan kembali turun, karena potensi longsor susulan sangat tinggi.
Plt Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, menegaskan bahwa kajian mendalam sedang dilakukan untuk memetakan potensi bahaya ini.
"Tim BPBD melakukan kajian untuk memastikan kerawanan tebing yang longsor karena cuaca di wilayah selatan Cianjur masih ekstrem," ujar Iwan.
Saat bencana terjadi, keberuntungan masih berpihak karena tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, longsor telah melenyapkan sejumlah fasilitas penunjang yang vital bagi kenyamanan pengunjung.
"Sejumlah fasilitas penunjang di obyek wisata hilang tertimbun longsor seperti kamar mandi dan mushola serta pondok untuk beristirahat pengunjung," jelas Camat Reki Nopendi.
Kini, fokus utama adalah memastikan keamanan lokasi sebelum memikirkan untuk membukanya kembali. Relawan disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengawasan dan pelaporan cepat jika terjadi pergerakan tanah lebih lanjut.
"Saat ini kita fokus pembersihan material longsor, sehingga obyek wisata ditutup sementara," pungkas Reki. [Antara].
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Sekda! Cianjur Gelar Lelang Jabatan Massal, 5 Kursi Panas Ini Jadi Rebutan
-
Ahmad Rifai Duduki Kursi Panas Pj Sekda Cianjur, Sinyal Lelang Jabatan Massal Dimulai
-
Ancaman Serius di Cianjur: Viral Ajakan Jarah Rumah 50 Anggota DPRD, Polisi Siaga Penuh
-
Angin Segar untuk 7.034 Honorer Cianjur, Kini Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu
-
Dari Bantuan Jadi Bancakan: 8 Fakta Miris Korupsi Traktor Petani Cianjur
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sentil Masalah Sinyal, Komisi V DPR RI Tanya Kenapa Argo Bromo Anggrek Tak Berhenti?
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi