- Profesi Asli Pelaku dan Modus Penipuan yang Bertolak Belakang
- Kombinasi Trik dan Janji Palsu yang Meyakinkan Korban
- Penegakan Hukum yang Menyeluruh dan Ancaman Hukuman Berat
SuaraJabar.id - Di balik jubah misterius dan janji kekayaan instan, tersembunyi sebuah profesi yang jauh dari kata magis. Kepolisian berhasil membongkar kedok H alias Romo (45), pria yang menggemparkan Jakarta Selatan sebagai dukun pengganda uang.
Fakta yang paling mengejutkan: sang 'Romo' yang mengaku sakti mandraguna ternyata sehari-harinya berprofesi sebagai tukang pijat.
Pengungkapan ini mematahkan citra mistis yang ia bangun untuk menipu para korbannya, menunjukkan betapa liciknya modus yang telah berjalan sejak tahun 2023 ini.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bima Sakti, membeberkan fakta mengejutkan ini kepada publik. Profesi asli H alias Romo terungkap setelah pemeriksaan intensif pasca penangkapannya.
"Untuk dasarnya sendiri dari tersangka Romo ini, dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan merupakan tukang pijat untuk pekerjaan sehari-harinya," kata AKP Bima Sakti, dilansir dari Antara.
Fakta ini menjadi kunci, menunjukkan bahwa seluruh kemampuan supranatural yang ia pamerkan hanyalah trik murahan yang dirancang untuk mengelabui orang-orang yang terdesak kebutuhan ekonomi.
Bagaimana seorang tukang pijat bisa meyakinkan enam orang korbannya hingga merugi puluhan juta rupiah? Jawabannya terletak pada modus operandinya yang terstruktur.
Panggung Ritual. Romo menggunakan sejumlah properti seperti dupa, beras, dan perlengkapan ritual lainnya untuk membangun citra sebagai dukun asli dan meyakinkan korbannya.
Pameran Uang Palsu. Untuk membuat korbannya silau, ia menunjukkan tumpukan uang palsu dalam jumlah besar, termasuk Dolar AS palsu, seolah-olah itu adalah hasil penggandaan.
Baca Juga: Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet
Janji Keuntungan di Depan Mata. Trik pamungkasnya adalah menjanjikan bahwa Dolar AS hasil penggandaan tersebut bisa langsung ditukarkan oleh korban di money changer untuk mendapatkan keuntungan berlipat.
"Dan si tersangka Romo ini pun dia menjelaskan bahwa nanti uang ini akan ditukar di money changer untuk meyakinkan ke korban tadi itu," ujar Bima.
Dengan modus ini, total enam korban telah terjerat dengan kerugian bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp20 juta per orang.
Aksi penipuan Romo tidak dilakukan seorang diri. Ia berkomplot dengan seorang rekannya, WH (47). Praktik lancung mereka dilakukan di dua lokasi berbeda: sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, dan di Karawang, Jawa Barat.
Perburuan polisi akhirnya membuahkan hasil. Unit 5 Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan berhasil meringkus H alias Romo di apartemennya di Kalibata pada Rabu (10/9) malam. Sehari setelahnya, giliran rekannya, WH, yang ditangkap di Karawang.
Kini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka tidak hanya dijerat dengan pasal penipuan biasa.
Berita Terkait
-
Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet
-
Kasus Dukun Sianida di Sukabumi, Polisi Telusuri Cara Tersangka Dapatkan Racun
-
Terpopuler: Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Bandung Berujung Rusuh, Honda Brio Seruduk Rumah Makan di Sukabumi
-
Terpopuler: Wali Kota Bandung Yana Mulyana Disentil Kemenag, Wagub Jabar Sarankan Poligami daripada Jajan Sembarangan
-
Viral Video Laki-laki Tua Diduga Dukun Sedang Ritual Mandikan Wanita Muda, Publik: Dasar Cabul!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Tanggap Bencana di Kabupaten Bandung Barat, Bank Mandiri Distribusikan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
Tim SAR Evakuasi 10 Jenazah Lagi di Longsor Bandung Barat, Total Korban Capai 70 Orang
-
BRI Perkuat Ekonomi Rakyat lewat Penyaluran KUR Rp178,08 Triliun
-
Kepungan Air di Awal Tahun: Jakarta, Bekasi dan Cirebon Lumpuh Diterjang Banjir
-
Hindari Perbaikan Sia-sia, Pemkab Bogor Tunggu Cuaca Membaik untuk Pengaspalan Permanen