- Dedi Mulyadi gagas reformasi perumahan Jabar, prioritaskan masyarakat miskin dan keadilan sosial
- Visi perumahan 'Imah Merenah' mengedepankan transparansi, inovasi, dan dampak ekonomi inklusif
- Pengembang diwajibkan berkontribusi sosial, dan program rumah subsidi harus tepat sasaran
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara lantang menegaskan komitmennya untuk mereformasi sistem pembangunan perumahan di wilayahnya.
Visi ini jelas memastikan perumahan lebih berpihak kepada masyarakat miskin dan membebaskannya dari kepentingan elite serta praktik gratifikasi yang merugikan tegas Dedi Mulyadi atau sapaan akrab KDM.
Dedi Mulyadi menyerukan perubahan fundamental yang bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga membangun keadilan sosial.
Hal ini disampaikan Dedi dalam peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan bertajuk 'Imah Merenah, Hirup Tumaninah' (Rumah Layak Huni, Hidup Tenang) dan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Sabuga Bandung, Kamis malam. Sebuah langkah konkret untuk mengukuhkan visi tersebut.
Dedi Mulyadi menyoroti pola pembangunan perumahan yang selama ini cenderung eksklusif dan hanya menguntungkan segelintir pihak, tanpa memperhatikan prinsip keadilan sosial yang fundamental.
Ia menegaskan bahwa sudah saatnya pengembang properti memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar.
"Setiap keuntungan yang diperoleh pengembang, harus ada bagian yang dikembalikan untuk rakyat. Minimal bangun satu atau dua kampung layak huni untuk warga miskin," ujar Dedi dilansir dari Antara.
Dedi mencontohkan bagaimana ketimpangan ini terlihat nyata di beberapa daerah.
"Saya turun langsung ke Karawang, bersihkan bangunan liar pakai alat berat. Lalu bupati siapkan anggaran, rumah warga kita bangun. Tidak boleh rakyat kecil hidup berdampingan dengan rumah mewah tanpa keadilan," tegasnya. sambil menyoroti kasus di Bekasi dan Karawang, di mana kawasan elit terus tumbuh sementara warga sekitar masih tinggal di lingkungan kumuh.
Baca Juga: Kementerian Perumahan dan Bank Mandiri Sosialisasi KPP untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
Tak hanya menyoroti kontribusi pengembang, Dedi Mulyadi juga mengkritisi lemahnya tata kelola di sektor perumahan. Ia menyebut praktik kontraktor dan mandor nakal yang kerap merugikan tukang dan pedagang kecil sebagai masalah serius.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan keadilan di sepanjang rantai pembangunan.
Lebih lanjut, visi pembangunan perumahan ini juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan keselarasan dengan karakteristik wilayah.
Dedi memberikan contoh inovatif pembangunan rumah bambu di daerah rawan bencana seperti Sukabumi, Garut Selatan, dan Bandung Utara sebagai solusi berkelanjutan yang aman dan terjangkau.
"Kita ingin bangun *brand* rumah rakyat, bukan hanya bangunan, tapi simbol keadilan sosial. Rumah subsidi tipe 36 tidak boleh diubah jadi rumah mewah yang memicu kecemburuan," ucap Dedi.
Dedi Mulyadi optimis bahwa jika Jawa Barat mampu menyerap 30 persen dari target nasional program perumahan bersubsidi sebesar 350 ribu unit, dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Efek berantai ini akan menghidupkan sektor-sektor terkait.
Berita Terkait
-
Kementerian Perumahan dan Bank Mandiri Sosialisasi KPP untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
-
Kenapa Banyak Korban PHK di Jawa Barat? Ini Jawaban Dedi Mulyadi
-
4 Poin Tamparan Dedi Mulyadi: Lupakan Luar Negeri, Ini PR Kepala Daerah di Jabar!
-
Dedi Mulyadi ke Kepala Daerah: Urus Sampah-Jalan Rusak Dulu, Jangan Mimpi ke Luar Negeri
-
Dedi Mulyadi Janji Investasi dan Rekrutmen Kerja Baru akan Dibuka dengan Sistem Online
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat
-
Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam
-
Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia
-
Data Pemerintah Makin Terintegrasi, BSSN Tekankan Pentingnya Keamanan Siber
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI