- Sejarah gempa di wilayah tersebut: Wilayah Kabandungan sering dilanda gempa merusak, menunjukkan perlunya mitigasi bencana.
- Dampak gempa: Guncangan yang terasa kuat, menyebabkan kerusakan ringan pada lima rumah di Kabandungan.
- Penyebab gempa Sukabumi-Bogor: Aktivitas sesar aktif dangkal dengan mekanisme geser yang berbahaya
SuaraJabar.id - Guncangan gempa M4,0 yang berpusat di Sukabumi tidak hanya terasa di area terdekat, tetapi juga memicu getaran hingga ke kota-kota besar di sekitarnya.
Namun, BMKG merinci bahwa meskipun sebaran guncangan cukup luas, dampak kerusakan yang tercatat bersifat lokal dan memberikan pelajaran penting mengenai kerentanan struktural bangunan di daerah rawan gempa.
Ini bukan sekadar data, melainkan cerminan nyata dari bagaimana gempa memengaruhi kehidupan masyarakat.
BMKG mencatat bahwa gempa tersebut dirasakan oleh warga di berbagai lokasi dengan intensitas yang bervariasi:
- Intensitas III–IV MMI: Kalapanunggal dan Kabandungan.
- Intensitas III MMI: Pamijahan dan Leuwiliang.
- Intensitas II–III MMI: Bogor.
- Intensitas II MMI: Palabuhanratu dan Depok.
Guncangan gempa yang terjadi menyebabkan kerusakan ringan pada lima unit rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, yang dihuni oleh sekitar 20 jiwa.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Analisis BMKG mengidentifikasi bahwa kerusakan bangunan terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak di lokasi terdampak, serta struktur bangunan rumah warga yang belum sepenuhnya memenuhi standar tahan gempa.
Pasca gempa utama, BMKG juga mencatat telah terjadi sebanyak 39 gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo M3,8 dan yang terkecil M1,9.
Dari keseluruhan gempa susulan tersebut, lima di antaranya sempat dirasakan oleh masyarakat, menambah kekhawatiran namun juga menunjukkan pelepasan energi secara bertahap.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Gempa Sukabumi-Bogor: Dipicu Sesar Aktif Dangkal yang Berbahaya
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, bahwa gempa merusak di wilayah ini bukanlah kali pertama terjadi.
Sejarah mencatat bahwa Kabandungan dan sekitarnya telah berulang kali dilanda gempa signifikan.
Pada Maret 2020, gempa di Kabandungan merusak ratusan rumah.
Kejadian serupa terulang pada Desember 2023, yang menyebabkan kerusakan pada 61 rumah.
Bahkan, peristiwa Juli 2000 juga menimbulkan banyak kerusakan di beberapa kecamatan di wilayah ini.
Frekuensi kejadian ini menggarisbawahi pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi masyarakat Sukabumi dan Bogor. [Antara].
Berita Terkait
-
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Sukabumi-Bogor: Dipicu Sesar Aktif Dangkal yang Berbahaya
-
Bogor Ikut Berguncang Hebat! Rangkaian Gempa Dini Hari Terasa Jauh Hingga Pelabuhan Ratu
-
Waspada! Rentetan Gempa Beruntun Guncang Sukabumi dan Bogor Dini Hari Hingga Sore Tadi
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jawa Barat Sepekan, Ini Daftar Wilayah Terdampak
-
Waspada! BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 'Kepung' Jawa Barat Sepekan ke Depan
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah
-
BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles