- Yayasan Kasih Palestina mengadakan diskusi di Jakarta pada 6 Februari 2026 membahas nasib Gaza pasca pembentukan Board of Peace (BOP).
- Infrastruktur Gaza hancur parah (83%) membutuhkan dana triliunan, sementara BOP belum memberikan kejelasan rekonstruksi walau Indonesia iur $1 Miliar.
- Lembaga kemanusiaan sepakat membentuk Indonesia Gaza Inisiatif (IGI) untuk segera membantu pemulihan Gaza bersamaan pengawalan aspirasi Palestina.
SuaraJabar.id - Yayasan Kasih Palestina menginisiasi pertemuan untuk membahas mengenai kondisi warga Gaza Pasca dibentuknya Board of Peace (BOP) yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump.
Diskusi Terbuka Bertemakan Nasib Gaza Pasca Board Of Peace yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/2/2026), dihadiri beberapa lembaga kemanusiaan lain mulai dari Yayasan Harapan Amal Mulia, Yayasan For Humanity hingga Yayasan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi).
Nasib warga Gaza, Palestina sendiri belum pulih pasca gencatan senjata, namun muncul Board of Peace (BOP).
Padahal, kebutuhan warga Gaza untuk tetap bisa bertahan hidup tak bisa menunggu para pemimpin dunia untuk menghasilkan tindakan.
Kondisi ini, mengetuk hati beberapa pimpinan lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk segera bertindak.
"Sebagai lembaga kemanusiaan yang intens menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina, kami sering berkomunikasi langsung dengan perwakilan masyarakat Gaza," kata Direktur Yayasan Kasih Palestina, Nandang Cahya.
"Dan faktanya memang sangat menyedihkan, mereka butuh bantuan kita sekarang,'' ungkapnya menambahkan.
Lebih lanjut Nandang menuturkan, kondisi Gaza benar-benar hancur. Sebanyak 83 persen infrastruktur mulai dari masjid, rumah sakit, sekolah, klinik dan pemukiman warga hancur akibat perang selama dua tahun kemarin.
Untuk merekonstruksi Gaza seperti semula, kata Nandang, para ahli menyebutkan butuh anggaran hingga Rp 1.100 triliun lebih.
Baca Juga: Amal Mulia Salurkan Bantuan Bagi Ratusan Ribu Penerima Manfaat di Dalam dan Luar Negeri
Sementara itu, kehadiran BOP ini belum memberikan kejelasan terkait rekonstruksi di Gaza. Bahkan, keberadaannya masih menimbulkan polemik, terutama setelah Presiden Prabowo menandantangani keikutsertaan Indonesia didalamnya.
Bahkan, Indonesia membayar iuran sebesar 1 Miliar Dollar AS atau senilai Rp 17 triliun.
Meski banyak yang ragu, ditambah dengan tidak dilibatkannya perwakilan Palestina di BOP ini, Nandang menilai kehadiran Indonesia dan beberapa negara Islam didalam organisasi ini diharapkan bisa mewakili aspirasi masyarakat Palestina.
"Dan pemerintah pun sudah menyatakan kalau BOP ini melenceng dari tujuannya, Indonesia akan menarik diri," ungkapnya.
"Jadi ya, kita dukung sambil terus berusaha membantu masyarakat Palestina untuk tetap bisa bertahan," jelas Nandang.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Yayasan Harapan Amal Mulia, Agis Muhsin, mengatakan kondisi masyarakat Gaza sudah sangat darurat. Kebutuhan paling dasar saja seperti air dan makanan sulit untuk didapatkan.
Berita Terkait
-
Amal Mulia Salurkan Bantuan Bagi Ratusan Ribu Penerima Manfaat di Dalam dan Luar Negeri
-
Kasih Palestina Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera dan Korban Perang Gaza
-
Kasih Palestina Ajak Generasi Muda Peduli Palestina Lewat Kajian Dari Luka Menjadi Bahasa Cinta
-
Kasih Palestina Teguhkan Komitmen Kemanusiaan di Peringatan Deklarasi Kemerdekaan Palestina
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah
-
BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles
-
Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara
-
Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan