- Lembaga Kasih Palestina menyalurkan ribuan paket bantuan serentak untuk korban bencana Sumatera dan warga Palestina di Mesir serta Gaza.
- Bantuan untuk pengungsi Palestina mencakup sembako dan uang tunai, sementara Gaza menerima 900 paket pangan dan tiga truk tepung.
- Korban banjir di Aceh dan Sumatera Barat menerima bantuan sembako, perlengkapan tidur, serta pakaian dari lembaga tersebut.
SuaraJabar.id - Lembaga kemanusiaan Kasih Palestina menyalurkan ribuan paket bantuan secara bersamaan kepada korban bencana Sumatera dan korban perang Gaza.
Bantuan ini merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab Kasih Palestina sebagai lembaga kemanusiaan Indonesia Palestina yang universal.
Dalam proses penyaluran bantuan, Kasih Palestina secara langsung menyerahkannya kepada warga Sumatera dan Palestina yang mengungsi di Mesir serta Jalur Gaza.
Untuk korban bencana Sumatera, bantuan dari Kasih Palestina disalurkan dengan dibantu oleh seorang Syekh Palestina.
Kemudian untuk di Mesir, Kasih Palestina melakukan penyaluran bantuan langsung kepada pengungsi Palestina di kawasan Ain Shams.
Pada kesempatan ini, bantuan yang disalurkan meliputi 100 paket sembako untuk 100 kepala keluarga pengungsi, serta program kafalah berupa bantuan tunai sebesar USD 100 per keluarga.
Kasih Palestina juga mengirimkan bantuan pangan skala besar ke Jalur Gaza, yakni berupa 900 paket bahan pangan lengkap yang diperuntukkan bagi 900 keluarga Palestina atau sekitar 5.400 jiwa.
Penguatan bantuan pangan ke Gaza juga dilakukan melalui pengiriman tiga truk tepung berisi 2.400 karung tepung, bantuan tersebut disalurkan melalui jalur logistik dari Pabrik Tepung Al-Marwah (El Salheya El Gedida) di Mesir sebelum akhirnya masuk ke Jalur Gaza.
Bantuan ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan pangan 2.400 keluarga Palestina selama kurang lebih 20 hari.
Baca Juga: Kasih Palestina Ajak Generasi Muda Peduli Palestina Lewat Kajian Dari Luka Menjadi Bahasa Cinta
Dalam kesempatan yang sama, Kasih Palestina turut merespons bencana banjir yang melanda Indonesia, dengan menyalurkan bantuan ke warga terdampak di Desa Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, serta Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Total sebanyak 200 jiwa menerima manfaat berupa paket sembako, perlengkapan tidur, pakaian hangat, dan pakaian sehari-hari.
CEO Kasih Palestina, Nandang Cahya, mengatakan kepedulian kemanusiaan harus bersifat menyeluruh dan tidak terbatas pada satu wilayah saja.
"Kasih Palestina hadir untuk Palestina, namun kami juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat saudara-saudara kami di Indonesia tertimpa musibah. Nilai kemanusiaan harus diwujudkan secara nyata, baik di tingkat global maupun nasional," katanya, Sabtu (27/12/2025).
Nandang mengatakan, dalam aksi kemanusiaan di Sumatera, terdapat cerita yang mengharukan. Lantaran, dalam penyaluran bantuan bagi korban banjir di Aceh, Kasih Palestina menggandeng seorang syeikh asal Gaza bernama Syeikh Taufik.
Ulama asal Gaza ini terlibat langsung dalam penyaluran bantuan sembako di lokasi terdampak, menyampaikan belasungkawa dan empati warga Gaza kepada masyarakat Indonesia.
“Kami di Gaza memahami arti kehilangan dan penderitaan. Karena itu, ketika saudara-saudara kami di Sumatera tertimpa musibah banjir, kami merasa terpanggil untuk ikut hadir. Meski kami hidup dalam keterbatasan, hati dan doa kami selalu bersama Indonesia," tuturnya.
Melalui rangkaian penyaluran bantuan ini, Kasih Palestina menegaskan posisinya sebagai lembaga kemanusiaan yang tidak hanya fokus pada isu Palestina, tetapi juga tanggap terhadap krisis kemanusiaan di dalam negeri.
Solidaritas lintas bangsa, empati, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan universal menjadi fondasi utama setiap langkah yang dijalankan.
Kasih Palestina meyakini bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Di mana pun penderitaan terjadi, di sanalah kepedulian harus dihadirkan untuk Palestina dan untuk Indonesia.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Kasih Palestina Ajak Generasi Muda Peduli Palestina Lewat Kajian Dari Luka Menjadi Bahasa Cinta
-
Kasih Palestina Teguhkan Komitmen Kemanusiaan di Peringatan Deklarasi Kemerdekaan Palestina
-
Kasih Palestina Luncurkan Program Kasih Pangan: Dari Dapur Indonesia untuk Gaza
-
Sambut Gencatan Senjata, Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza
-
Viral! Pria di Karawang Ancam Jatuhkan Bom ke Massa Aksi Bela Palestina, Endingnya Klarifikasi Mohon Ampun
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Skandal TPST Bantargebang Naik ke Penyidikan: KLH Serius Proses Hukum Pengelola Gunung Sampah
-
Purwakarta Punya Gaya, 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Wajib, Cocok Buat Healing
-
Prof Deby Vinski akan Pimpin Kongress Stem Cell Dunia di Jepang, Perancis dan Inggris
-
Korupsi Lahan di Subang, Lima Pejabat Desa Cibogo Jadi Tersangka
-
5 Poin Penting Stadion Pakansari Porak-poranda Diterjang Angin Kencang