-
Rumah kosong di Depok dibobol maling saat ditinggal pemilik, kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta.
-
Pencuri beraksi selektif, hanya menggasak uang tunai dan emas, meninggalkan barang elektronik lain.
-
Insiden ini jadi peringatan penting kewaspadaan saat meninggalkan rumah, kini polisi selidiki pelaku.
SuaraJabar.id - Perasaan was-was selalu menghantui saat meninggalkan rumah kosong. Hal itulah yang dialami Muhammad Mughni, warga Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Sebuah rumahnya dibobol maling, dan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp300 juta dalam bentuk uang tunai dan emas ratusan gram.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan, terutama saat bepergian ke luar kota.
Mughni dan keluarganya memang sedang pergi ke luar kota sejak Jumat sore lalu. Mereka baru mengetahui musibah ini pada Minggu (21/9) malam, tak lama setelah kembali ke rumah.
Setibanya di rumah, Mughni dan keluarga mendapati kondisi yang tidak biasa.
"Sampai di rumah, kami dapati kondisi rumah gelap, lampu teras mati, lampu depan juga mati. Awalnya saya kira karena token (listrik) habis, atau ada gangguan,” katanya kepada wartawan, Jumat 26 Agustus 2025.
Bahkan, saat membuka pagar, tidak ada tanda-tanda kerusakan atau hal aneh lainnya.
"Kami masuk, kondisi pagar dalam keadaan aman tidak dirusak, lalu kami masuk pintu utama, rumah juga masih rapi dan bersih,” terangnya.
Sebuah modus yang mungkin dirancang rapi oleh pelaku untuk menunda kecurigaan.
Baca Juga: Detik-detik Pengungkapan Puluhan KG Ganja di Depok
Namun, suasana berubah mencekam saat sang istri memasuki kamar utama. Di sanalah kejanggalan terkuak. Kondisi kamar sudah berantakan.
"Pas membuka kamar utama, istri mendapatkan lemari sudah diobrak-abrik pelaku. Jendela kamar utama dibobol,” jelasnya, menunjukkan titik masuk para pelaku ke dalam rumah.
Pelaku tampaknya beraksi dengan sangat selektif dan terarah. Mughni menjelaskan, para pencuri menggasak uang tunai belasan juta rupiah dan perhiasan emas.
"(Pelaku) mengambil uang tunai sekitar Rp 15 juta, emas logam mulia lebih dari 130-140 gram, dan uang 1.000 Rial,” ungkapnya, merinci daftar kerugian yang dialami.
Menariknya, di dalam rumah tersebut terdapat barang elektronik berharga lainnya seperti laptop dan iPad. Namun, pelaku justru tidak menyentuh barang-barang tersebut.
"Di rumah juga ada 4 laptop, satu iPad tetapi itu tidak diambil. Jadi total kerugian lebih dari Rp 300 juta,” terangnya.
Berita Terkait
-
Detik-detik Pengungkapan Puluhan KG Ganja di Depok
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Cianjur, Kenapa Sampel Makanan Selalu Negatif Bakteri?
-
Satu Bulan Membuntuti, Jaringan Ganja 78,6 Kg Akhirnya Terendus di Depok: Ini Peran 6 Tersangka
-
6 Tersangka Terancam Hukuman Seumur Hidup Akibat Edarkan Nyaris 80 Kg Ganja di Depok
-
Siap Jadi Pusat Rujukan, Bagaimana RSUD Kota Bogor Layani Pasien dari Depok hingga Cianjur?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia
-
Data Pemerintah Makin Terintegrasi, BSSN Tekankan Pentingnya Keamanan Siber
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI
-
Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa
-
Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa