-
Gubernur Dedi Mulyadi menarik banyak pejabat Purwakarta, termasuk Sekda, ke Pemprov Jabar.
-
Mutasi pejabat kabupaten ke provinsi oleh gubernur dinilai wajar, asal sesuai meritokrasi.
-
KDM membawa pejabat Purwakarta agar cepat selaras dengan gaya kerja dan programnya.
SuaraJabar.id - Aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memboyong pejabat dari Pemerintahan Kabupaten Purwakarta ke Pemerintahan Provinsi Jawa Barat mendapat sorotan publik.
Pasalnya, Dedi yang akrab dengan panggilan Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu tak hanya memboyong pejabat fungsional, tapi juga membawa orang nomor tiga di Pemkab Purwakarta alias Sekretaris Daerah Norman Nugraha ikut diangkut memperkuat kabinet kerjanya.
Direktur Eksekutif Kebijakan Publik Nasional (KPN) Miftahul Adib menyoroti aksi boyong pejabat yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi itu.
Menurutnya, mutasi pejabat dari kabupaten ke provinsi atas kebijakan gubernur sudah lumrah terjadi. Bahkan hal itu pun dilakukan di tingkatan presiden.
Hal yang harus diutamakan, kata Adib, yakni proses mutasi pejabat itu harus dilakukan sesuai sistem meritokrasi dan kompeten.
"Ini Deddy Mulyadi dari Purwakarta, sekarang dia di Bandung, sekarang banyak pejabat Purwakarta ditarik. Presiden juga sama dengan kedekatan dia, terutama orang-orang yang dianggap bisa kerja. Saya kira gak ada masalah. Selama, satu, meritokrasi itu jalan. Sesuai dengan kepangkatan dan kompetensi, nggak ada like and dislike," tegas Adib, Rabu 1 Oktober 2025.
Di sisi lain, lanjut Adib, saat ini Dedi Mulyadi memikul beban baru untuk memastikan dan membuktikan kepada masyarakt bahwa pejabat yang dia angkut dari Purwakarta memiliki kinerja sesuai dengan harapan masyarakat dan selaras dengan program kerjanya.
"Dia kan ingin mengeksekusi sebuah kebijakan secara cepat dan dia harus menentukan anak buah. Wajar kalau dia ingin mengambil orang-orang yang memang kemistrinya sudah ketemu. Jadi diajak lari itu cepat, sudah nyetel bahasanya begitu," papar Adib.
Adib menyebut, alasan lainnya KDM mengangkut pasukannya dari Pemkab Purwakarta, bisa jadi lantaran pejabat di Pemprov Jawa Barat tidak bisa menyesuaikan dengan gaya kerjanya KDM.
"Figur KDM ini kan memang beda. Mungkin pejabat yang ada, OPD yang ada di Bandung mungkin kurang begitu nyetel dengan gayanya dan penyesuaiannya terlalu lama," pungkas Adib.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga: Polemik PPP di Titik Krusial: Mahkamah Partai Jadi Penentu Siapa Ketua Umum Sah
Berita Terkait
-
Polemik PPP di Titik Krusial: Mahkamah Partai Jadi Penentu Siapa Ketua Umum Sah
-
PPP Jabar Ungkap Drama Muktamar X, Dukungan Penuh untuk Agus Suparmanto
-
Hore! Retribusi Berlapis Pintu Masuk Cibodas Resmi Dihapus, Wisatawan Kini Cuma Bayar Sekali
-
Menggeliat di Tanah Priangan: Kopi Excelsa Sumedang ke Panggung Dunia
-
Dugaan Rekaman Kadis ESDM Jabar: Jegal Larangan KDM, Jaminan Pengusaha Tambang Bebas dalam Seminggu?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan
-
Kebakaran Hebat di Tegalbuleud: Madrasah Ludes, Puluhan Kitab Suci dan Al-Quran Ikut Terbakar
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop