- Kebun binatang ini punya potensi besar untuk menjadi kebanggaan kota
- Upaya peremajaan telah dilakukan sejak 2017
- Masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki agar sesuai dengan standar internasional
SuaraJabar.id - Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) menyatakan komitmennya untuk membenahi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) agar mampu sejajar dengan lembaga konservasi satwa berstandar internasional.
“Memang kita sudah punya rencana besar untuk memajukan Kebun Binatang Bandung ini. Kebun binatang ini punya potensi besar untuk menjadi kebanggaan kota, bahkan bertaraf internasional,” kata Pimpinan YMT, John Sumampau kepada ANTARA, di Bandung, Jumat 3 Oktober 2025.
John menyebut upaya peremajaan telah dilakukan sejak 2017, di antaranya pembangunan kandang jerapah dan aviari burung.
Namun, ia mengakui masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki agar sesuai dengan standar internasional.
“Kalau dilihat pihak luar negeri, kondisinya bahkan di bawah standar. Bukannya dipuji, malah dicela. Karena itu kita belum terlalu berani mempromosikan ke luar negeri. Inilah yang harus kita benahi, jangan sampai ada lagi kandang jeruji-jeruji kecil,” ujarnya.
Menurut John, peremajaan Bandung Zoo tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan satwa, tetapi juga mendukung pariwisata Kota Bandung.
Dengan peningkatan kualitas, ia optimistis Bandung Zoo akan menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah dan memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Otomatis dengan banyaknya pengunjung dari luar daerah akan membuat PAD Kota Bandung meningkat,” kata dia.
Selain itu, YMT membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga konservasi satwa di dalam dan luar negeri, termasuk European Association of Zoos and Aquaria (EAZA) serta South East Asian Zoos Association (SEAZA).
Baca Juga: Bukan MBG? BGN dan Dinkes KBB Buka Suara Tegas Soal Kematian Siswi Bandung Barat yang Misterius
“Kita harus kerja sama dengan mereka, karena dari situ kita bisa saling belajar, saling menukar satwa, bukan hanya membeli. Dengan kolaborasi itu, kita bisa memperkuat jaringan internasional sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan,” kata John.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung
-
Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0
-
Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?
-
Braakk! Kecelakaan Elf dan Honda BR-V di Puncak Bogor, Satu Orang Meninggal Dunia
-
7 Laptop Intel Core Terbaik untuk Performa Kerja Maksimal