-
Penyegelan objek wisata Puncak oleh KLH picu krisis ekonomi dan PHK massal.
-
Anggota DPR Mulyadi marah besar ke Menteri LHK Hanif atas dampak penyegelan.
-
Kebijakan KLH di Puncak dinilai merusak investasi, wisata, dan stabilitas sosial.
SuaraJabar.id - Suasana panas menyelimuti Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, menyusul serangkaian penyegelan objek wisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang memicu krisis ekonomi dan sosial.
Geram atas dampak masif yang ditimbulkan, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Mulyadi, secara terang-terangan meluapkan kemarahannya terhadap Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menuding kebijakannya telah menghancurkan denyut nadi pariwisata dan investasi daerah.
Kawasan Puncak, yang selama puluhan tahun menjadi primadona wisata, kini meredup. Data Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) mencatat setidaknya 2.300 karyawan telah dirumahkan akibat terhentinya operasi belasan hingga puluhan objek wisata yang disegel KLH. Pemandangan ini membuat Anggota DPR RI Mulyadi naik pitam.
"Saya sangat geram dan marah terhadap Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, tindakannya di Kawasan Puncak, telah mengganggu iklim wisata, investasi dan berakibat dirumahkannya ribuan pegawai akibat tempat kerjanya berhenti operasi," tegas Mulyadi kepada wartawan pada Jumat, 3 September 2025.
Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, tidak hanya berhenti pada dampak PHK massal.
Ia menjelaskan bahwa langkah Menteri Hanif Faisol Nurofiq ini memicu efek domino yang jauh lebih luas dan mengkhawatirkan bagi stabilitas sosial dan ekonomi di Puncak.
"Efek dominonya tidak hanya jumlah kunjungan wisatawan di Kawasan Puncak yang menurun, tetapi juga mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD), menambah jumlah pengangguran, tetapi juga kalau terlalu dibiarkan bisa menurunkan angka rata-rata lama sekolah dan meningkatkan angka kejahatan," terang Mulyadi.
Melihat situasi genting ini, Mulyadi berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Dalam waktu dekat, ia akan melakukan kegiatan reses bersama masyarakat Kawasan Puncak, khususnya mereka yang hidupnya sangat bergantung pada sektor pariwisata.
"Tujuan saya reses di Kawasan Puncak, tentunya belanja permasalahan, menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Puncak," tambahnya.
Baca Juga: Mau Lihat Pegawai Termalas Pemprov Jabar? Di Sini Kata Dedi Mulyadi
Tag
Berita Terkait
-
Mau Lihat Pegawai Termalas Pemprov Jabar? Di Sini Kata Dedi Mulyadi
-
Dedi Mulyadi Akan Hentikan Dapur MBG yang Racuni Siswa
-
Aksi Boyong Pejabat Dedi Mulyadi dari Purwakarta ke Jabar Disorot, Sah atau Langgar Etika?
-
Hore! Retribusi Berlapis Pintu Masuk Cibodas Resmi Dihapus, Wisatawan Kini Cuma Bayar Sekali
-
Dugaan Rekaman Kadis ESDM Jabar: Jegal Larangan KDM, Jaminan Pengusaha Tambang Bebas dalam Seminggu?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor