- Kasus keracunan makanan pada siswa sekolah yang mengonsumsi makanan dalam Program MBG
- Siswa SMKN 1 Cihampelas meninggal pada 30 September 2025
- Bunga mengalami gejala seperti mual, muntah, dan kejang sebelum meninggal
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan menghentikan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat bermasalah.
Dalam menyediakan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
"Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan," katanya di Bandung, Jawa Barat, menyusul kasus keracunan makanan pada siswa sekolah yang mengonsumsi makanan dalam Program MBG.
Ketika ditanya tentang kematian seorang siswa SMKN 1 Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya diketahui mengonsumsi makanan dalam Program MBG, Dedi mengatakan bahwa penanganan perkara itu diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Biarkan itu didalami oleh aparat penyidik dan kemudian didalami oleh hasil forensik," katanya selepas memberikan arahan kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Seorang siswa SMKN 1 Cihampelas bernama Bunga Rahmawati (17) meninggal pada 30 September 2025.
Bunga mengalami gejala seperti mual, muntah, dan kejang sebelum meninggal.
Karena beberapa hari sebelumnya dia ikut mengonsumsi makanan MBG yang menyebabkan keracunan pada banyak siswa di sekolahnya, kematian Bunga dikaitkan dengan keracunan makanan dalam Program MBG.
Bunga Rahmawati diketahui ikut mengonsumsi makanan dalam Program MBG pada 24 September 2025, ketika 121 siswa SMKN 1 Cihampelas mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Baca Juga: Bukan MBG? BGN dan Dinkes KBB Buka Suara Tegas Soal Kematian Siswi Bandung Barat yang Misterius
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menyatakan bahwa Bunga menderita penyakit lambung dan memastikan kematiannya tidak disebabkan oleh keracunan makanan dalam Program MBG.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Sentuh Hati Masyarakat, Lapas Cibinong Hadirkan Bantuan Sosial di Momen Hari Bakti Pemasyarakatan
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama, Cukup STNK!
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?
-
Pesta Nikah Berujung Duka: Ayah di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Bupati Perketat Izin Hajatan
-
Buntut Suap Ade Kunang, Giliran Istri Ono Surono Digali Keterangannya oleh KPK