-
Musala Ponpes Al Khozinydi ambruk, menewaskan dan melukai lebih dari 167 santri saat salat Ashar.
-
Keluarga korban, terutama para ayah, menunjukkan kesedihan mendalam saat menanti kabar evakuasi.
-
Warganet heran dan menyoroti keanehan karena wali santri tidak ada yang menuntut pihak pondok pesantren.
SuaraJabar.id - Beberapa waktu lalu bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khozinydi Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk dan menimpa para santri yang sedang salat Ashar berjemaah pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 14.40 WIB.
Akibat kejadian ini, lebih dari 167 santri menjadi korban mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia.
Alat berat pun sudah diturunkan oleh Tim SAR guna mempercepat proses evakuasi usai dinyatakan tak ada tanda kehidupan.
Hal itu pun menimbulkan luka mendalam bagi para keluarga korban terutama orang tua. Seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall.
Dalam unggahan tersebut memperlihatkan suasana sedih para ayah wali santri yang menunggu proses evakuasi. Dengan wajah lesu mereka terus mengusap air mata yang tak berhenti keluar.
Nampak mereka juga tak berhenti berdoa seolah meminta keajaiban dari yang maha kuasa.
Meski para warganet mengaku ikut merasakan kesedihan atas peristiwa yang terjadi namun ada yang merasa aneh lantaran hingga saat ini tak ada wali santri korban runtuhan bangunan yang menuntut pihak pondok pesantren.
“Tapi anehny wali santriny kok gak ada yg nuntut pondokny yakk.. Malah marah2 k tim penyelamat dgn blg lambat gak ada yg kerjaa..,” ungkap @ne***es.
“Pemilik ponpesnya wajib tanggung jawab, klo gak nyuruh para santri di jadikan alat buat bangun itu bangunan hingga berlantai lantai, gak akan yg terjadi kejadian mengerikan kaya skrg..!! Dari kejadian ini yg salah jelas pemilik ponpes & yg mengadakan program santri ikut membangun bangunannya..,” timpal @it***al.
Baca Juga: 4 Korban Meninggal Kembali Ditemukan dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
“Yg kuat bapak dan ibu insyaallah disambut sang putra di surganya Allah kelak (emoji nangis),” kata akun @fi***na.
“Alfatihah untuk para Syuhada Alkhozini, dan smg para orang tua hebat diberikan ketabahan serta ikhlas,” imbuh @ai***en.
“Tadinya aku kasian tp setelah liat respon wali santri pada iklas semua n ridhoi sama kyai n pengurus ponpes nya gak ada yg nuntut sama sekali ya sudahlah biarin aja…sehat sehat terus Tim penyelamat aja…sunggu kerja yg luar biasa,” cuit @na***uh.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
4 Korban Meninggal Kembali Ditemukan dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
-
7 Santri Masih Beri Respons di Reruntuhan Ponpes Sidoarjo
-
Update Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo: 38 Santri Diduga Masih Tertimbun
-
Pondok Pesantren Ambruk Saat Ratusan Santri Shalat Berjamaah
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Bawa Parfum Produksi Sidoarjo Go Global: Korea, Amerika, dan Nigeria
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Kawal PPDB Jabar, Iwan Suryawan Janji 'Pelototi' Anggaran Sekolah Swasta Gratis
-
Pengamat Apresiasi Langkah Penguatan Tata Kelola BUMN demi Efisiensi dan Transparansi
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA