-
Seorang pelajar 14 tahun di Cianjur Selatan terluka parah di kepala akibat dibacok gerombolan bermotor bersenjata tajam saat melintas di Jalan Sindangbarang-Cidaun.
-
Korban mengalami pendarahan hebat dan kini dirawat di RSUD Sindangbarang. Polisi sedang memburu lebih dari enam pelaku yang berboncengan tiga dan membawa celurit.
-
Kasus kekerasan jalanan ini telah menjadi perhatian serius Polsek Sindangbarang dan Polres Cianjur. Tim gabungan dikerahkan untuk mengejar para pelaku kejahatan.
SuaraJabar.id - Teror kejahatan jalanan kembali menghantui wilayah Jawa Barat, kali ini insiden berdarah terjadi di kawasan Cianjur Selatan.
Seorang pelajar berinisial S (14), warga Desa Cikadu, harus berjuang melawan maut setelah menjadi korban kebrutalan gerombolan bermotor tak dikenal.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Senin (24/11/2025), saat korban sedang melintas di Jalan Sindangbarang-Cidaun, tepatnya di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan jalanan yang melibatkan remaja dan senjata tajam, memicu keresahan di kalangan warga dan orang tua.
Kepolisian Resor Cianjur kini tengah bergerak cepat melakukan pengembangan kasus untuk memburu para pelaku yang tega menganiaya anak di bawah umur tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat S sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya, DHM. Tanpa ada masalah sebelumnya, mereka tiba-tiba menjadi target serangan acak.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi menjelaskan detik-detik penyerangan tersebut.
"Saat melintas korban yang berboncengan dengan temannya DHM dipepet gerombolan bermotor bersenjata tajam dari arah belakang yang langsung melayangkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban sehingga mengenai kepala belakang korban," katanya.
Akibat sabetan benda tajam tersebut, S mengalami luka serius di bagian kepala dan mengalami pendarahan hebat. Sementara rekannya, DHM, juga mengalami luka ringan di bagian punggung. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan melarikan kedua korban ke RSUD Sindangbarang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Alvaro Sempat Ikut Antar Nenek Korban Cari Orang Pintar hingga ke Karawang
Aksi pengecut para pelaku langsung berakhir dengan melarikan diri begitu warga mulai berhamburan keluar rumah. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kelompok geng motor ini berjumlah cukup banyak dan terlihat beringas.
Saksi menyebutkan jumlah pelaku diperkirakan lebih dari enam orang. Modus operandi mereka cukup identik dengan geng motor pada umumnya, yakni menggunakan sepeda motor dengan berboncengan tiga dan secara terang-terangan menenteng senjata tajam.
"Sementara keterangan sejumlah saksi mata, menyebutkan usai melakukan aksinya membacok korban para pelaku yang menggunakan sepeda motor rata-rata berboncengan tiga melarikan diri ke arah Cidaun," ujar AKP Dadang.
Tindak kriminal yang menyasar anak di bawah umur ini menjadi atensi khusus aparat kepolisian. AKP Dadang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan para pelaku berkeliaran bebas. Tim gabungan telah diterjunkan untuk menyisir keberadaan pelaku yang diduga masih bersembunyi di wilayah selatan Cianjur.
"Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Sindangbarang karena luka di bagian kepala akibat bacokan senjata tajam cukup parah, kami sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan meminta keterangan saksi-saksi," jelasnya.
Polsek Sindangbarang juga telah berkoordinasi intensif dengan Polres Cianjur dan Satreskrim untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengejar terduga pelaku yang telah melakukan aksi tindak kekerasan dengan senjata tajam, termasuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Cianjur," tegasnya. [Antara].
Berita Terkait
-
Pelaku Pembunuhan Alvaro Sempat Ikut Antar Nenek Korban Cari Orang Pintar hingga ke Karawang
-
5 Fakta Polemik APBD Jabar: Bangun Gapura Ahistoris Miliaran, Lupakan Infrastruktur Kritis?
-
Bukan Kasundaan? Candi Bentar di Gedung Sate Dituding Ahistoris dan Simbol Dangkal Identitas Jabar
-
Gedung Sate Ganti Wajah ala Candi Rp3,9 Miliar
-
Cianjur Dikepung Tujuh Sesar Aktif, Ancaman Gempa Besar Bayangi Warga!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal