-
Saksi kunci berinisial G dan tersangka pembunuh Alvaro Kiano Nugroho (ayah tiri korban, Alex Iskandar) diketahui berteman baik dan sudah saling kenal sejak lama.
-
Motif pembunuhan bocah 6 tahun, Alvaro, oleh ayah tirinya adalah kecemburuan tersangka terhadap sang istri. Tersangka ditangkap pada Rabu, 19 November.
-
Kepolisian terus melakukan trauma healing pada keluarga mendiang Alvaro Kiano Nugroho untuk menstabilkan kondisi emosional dan psikis mereka hingga stabil.
SuaraJabar.id - Tabir misteri kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang hilang sejak Maret 2025, perlahan mulai terkuak sepenuhnya.
Setelah menetapkan Alex Iskandar (AI) sebagai tersangka utama yang tak lain adalah ayah tiri korban, pihak kepolisian kini membeberkan fakta baru yang cukup mengejutkan mengenai sosok saksi kunci berinisial G.
Bukan orang asing, G ternyata memiliki hubungan personal yang sangat dekat dengan tersangka. Fakta ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, pada Selasa (25/11/2025).
Hubungan kedekatan ini menjadi ironi tersendiri, mengingat G justru menjadi figur sentral yang membongkar kekejian sahabatnya sendiri di hadapan hukum.
Dalam penyelidikan kasus kriminal, peran orang terdekat seringkali menjadi kunci. Kombes Nicolas menjelaskan bahwa G dan Alex bukanlah kenalan baru.
Pertemanan mereka sudah terjalin jauh sebelum kasus tragis ini terjadi, bahkan melibatkan riwayat keluarga.
"Sudah saling kenal, mulai dari masih ada orang tua tersangka masih hidup," kata Kombes Nicolas kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa G memiliki akses informasi dan pemahaman mendalam tentang karakter serta kehidupan pribadi tersangka.
Kedekatan inilah yang membuat kesaksian G di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi sangat vital dan tak terbantahkan. Tanpa intervensi dan keterangan G, mungkin skenario hilangnya Alvaro yang dibangun oleh Alex akan terus tertutup rapat.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi pasangan muda tentang bahaya toxic relationship. Polisi mengungkap bahwa motif di balik tindakan keji Alex bukanlah ekonomi, melainkan emosi purba: cemburu.
Diketahui, Alex menikahi ibu Alvaro pada tahun 2023. Namun, biduk rumah tangga mereka tidak berjalan mulus. Adanya rencana perceraian dan rasa cemburu berlebihan terhadap istrinya memicu Alex melampiaskan amarah kepada sosok yang paling rentan, yakni anak tirinya sendiri, Alvaro.
Alex ditangkap pada Rabu (19/11) malam setelah polisi menemukan bukti kuat yang mengarah padanya.
Selain penegakan hukum, aspek kemanusiaan menjadi prioritas kepolisian. Tragedi ini tentu menyisakan luka batin yang mendalam bagi ibu kandung dan keluarga besar Alvaro. Trauma kehilangan anak yang diperparah dengan fakta bahwa pelakunya adalah suami sendiri, tentu mengguncang stabilitas psikologis mereka.
Untuk itu, Polres Metro Jakarta Selatan tidak hanya fokus pada penyidikan, tetapi juga trauma healing. Pendampingan psikologis intensif diberikan untuk menstabilkan emosi keluarga korban yang terguncang hebat.[Antara].
Berita Terkait
-
Iwan Suryawan: Konsumsi Warga Topang 55 Persen Kekuatan Ekonomi Jabar
-
Teror Pembacokan Misterius Gegerkan Cianjur Selatan
-
Pelaku Pembunuhan Alvaro Sempat Ikut Antar Nenek Korban Cari Orang Pintar hingga ke Karawang
-
5 Fakta Polemik APBD Jabar: Bangun Gapura Ahistoris Miliaran, Lupakan Infrastruktur Kritis?
-
Bukan Kasundaan? Candi Bentar di Gedung Sate Dituding Ahistoris dan Simbol Dangkal Identitas Jabar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September