-
Warga Cianjur dikejutkan suara dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan pada Senin malam. Peristiwa ini memicu kepanikan warga di beberapa kecamatan, namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
-
PVMBG menduga fenomena cahaya dan dentuman di Cianjur berkaitan dengan energi elektromagnetik. Meski demikian, tidak ada aktivitas kegempaan yang tercatat oleh alat pemantau saat peristiwa misterius tersebut berlangsung kemarin.
-
BMKG menduga dentuman di wilayah Cianjur berasal dari aktivitas manusia karena tidak terdeteksi adanya petir atau gempa. Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada sementara pihak berwenang terus menelusuri fakta.
SuaraJabar.id - Keheningan malam di wilayah utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak pecah pada Senin malam (5/1/2026).
Warga di kawasan Kecamatan Pacet, Cipanas, hingga Sukaresmi dibuat panik oleh suara dentuman misterius yang menggelegar, disusul oleh penampakan kilatan cahaya berwarna kemerahan di langit.
Fenomena tak lazim ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan grup percakapan warga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.15 WIB tersebut membuat ribuan warga berhamburan keluar rumah. Rasa takut akan potensi bencana susulan membuat mereka memilih bertahan di ruang terbuka hingga tengah malam.
Kepanikan warga bukan tanpa alasan. Dede Sandi, seorang warga Kecamatan Cipanas, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Menurutnya, suara yang terdengar bukan sekadar bunyi biasa, melainkan getaran yang cukup kuat.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," ungkap Dede, dilansir dari Antara.
Merespons kegaduhan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera melakukan analisis. Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, memberikan perspektif ilmiah yang mengarah pada fenomena alam non-tektonik.
Pihaknya mencatat bahwa kejadian ini berkaitan erat dengan dinamika atmosfer dan geofisika.
"Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicu-nya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut," jelas Supartoyo.
Baca Juga: Jawa Barat Diguncang 1.242 Gempa Sepanjang 2025, BMKG: Tanah Pasundan Tak Pernah Tidur
Dugaan sementara PVMBG mengarah pada pelepasan energi elektromagnetik di atmosfer, sebuah fenomena langka yang bisa menghasilkan suara dan cahaya tanpa disertai gempa bumi.
Menariknya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki pandangan yang kontras. Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa sensor-sensor canggih milik BMKG tidak menangkap anomali alamiah pada jam kejadian.
Data pemantauan menunjukkan nihilnya aktivitas kegempaan (seismik) maupun badai petir di wilayah Cianjur pada waktu tersebut. Ketiadaan data alamiah ini memunculkan hipotesis lain.
"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktifitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktifitas tersebut buatan manusia," tegas Teguh Rahayu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, meminta masyarakat tidak terpancing spekulasi liar yang bisa memicu kepanikan berlebih.
"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," imbau Iwan.
Berita Terkait
-
Jawa Barat Diguncang 1.242 Gempa Sepanjang 2025, BMKG: Tanah Pasundan Tak Pernah Tidur
-
Kabut Tebal Selimuti Puncak Bogor - Cianjur di Hari Pertama 2026, Jarak Pandang Cuma 5 Meter
-
Puncak Diserbu Wisatawan! 250 Mobil per Menit Padati Jalur, Polisi Terapkan One Way Situasional
-
5 Spot Wisata Hits untuk Libur Sekolah dan Akhir Tahun 2025 di Cianjur
-
Wajah Baru Situs Gunung Padang: Bebatuan Rebah Ditegakkan Kembali
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi
-
IKPI Komitmen Jalankan Literasi Pajak, Dorong UMKM Naik Kelas