Kota Bogor merupakan destinasi wisata kuliner favorit di Jabodetabek yang menawarkan perpaduan unik antara jajanan kaki lima legendaris yang bertahan puluhan tahun hingga kafe modern yang estetik bagi para pengunjung.
Menikmati kuliner di Bogor adalah petualangan rasa melalui hidangan khas seperti Soto Mie Mang Ohim, Doclang Jembatan Merah, hingga Cungkring Pak Jumat yang memberikan pengalaman makan otentik bagi pecinta kuliner.
Dari Toge Goreng H. Gebro yang berdiri sejak 1943 hingga Pia Apple Pie yang kekinian, Bogor berhasil mempertahankan warisan rasa tradisional sekaligus menghadirkan inovasi menarik sebagai oleh-oleh khas kota hujan.
SuaraJabar.id - Bagi warga Jabodetabek, Kota Bogor adalah destinasi wajib kunjung jika perut mulai keroncongan di akhir pekan.
Kota Hujan ini menawarkan ragam kuliner yang tak ada habisnya, mulai dari jajanan kaki lima yang melegenda puluhan tahun hingga kafe-kafe estetik yang instagramable.
Berburu kuliner di Bogor bukan sekadar makan, tapi juga petualangan rasa. Berikut adalah 5 rekomendasi wisata kuliner di Kota Bogor yang wajib kamu coba minimal sekali seumur hidup:
1. Soto Mie Bogor Mang Ohim: Kuah Santan yang Juara
Berbeda dengan soto mie pada umumnya yang berkuah bening, Soto Mie Mang Ohim di Jalan Taman Cimanggu menawarkan sensasi kuah santan susu yang gurih dan creamy.
Menu Andalan: Soto Mie Iga. Potongan iganya besar dan empuk, dipadukan dengan risol renyah yang kriuk saat direndam kuah.
2. Doclang 405 Jembatan Merah: Kuliner Malam Legendaris
Lapar tengah malam? Meluncurlah ke Jembatan Merah. Di sini ada Doclang 405 yang buka 24 jam. Doclang adalah ketupat tahu khas Bogor dengan saus kacang yang kental dan manis gurih.
Keunikan: Ketupatnya dibungkus daun patat yang memberikan aroma khas. Disajikan dengan tahu goreng, kerupuk, dan telur rebus.
Baca Juga: 5 Spot Wisata Hidden Gem dan Kuliner Viral di Subang untuk Libur Akhir Tahun 2025
3. Cungkring Pak Jumat: Sarapan Otentik di Surken
Jalan Surya Kencana adalah Mekkah-nya kuliner Bogor. Salah satu yang paling dicari adalah Cungkring Pak Jumat.
Cungkring adalah potongan kikil dan kepala sapi yang dimasak bumbu kuning, disajikan dengan lontong dan saus kacang.
Makan di pinggir jalan dengan suasana pecinan Bogor yang klasik. Pak Jumat sudah berjualan sejak 1975, jadi rasanya dijamin otentik.
4. Toge Goreng H. Gebro: Rasa yang Tak Berubah
Terletak di kawasan Pasar Anyar, Toge Goreng H. Gebro sudah eksis sejak 1943. Uniknya, toge goreng ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan direbus di atas nampan tembaga.
Berita Terkait
-
5 Spot Wisata Hidden Gem dan Kuliner Viral di Subang untuk Libur Akhir Tahun 2025
-
Lupakan Jokes Planet Lain: 5 Hidden Gem Wisata Alam dan Kuliner Kota Bekasi untuk Libur Akhir Tahun
-
4 Spot Wisata Karawang Paling Kalcer dan Estetik Buat Healing Akhir Tahun Anti Boncos
-
4 Destinasi Wisata Paling Hits di Bandung Buat Liburan Akhir Tahun 2025
-
Sensasi Eropa di Lembang hingga Surga Prasmanan Sunda! Ini 4 Magnet Baru Bandung yang Wajib Dicoba
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September