Andi Ahmad S
Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:38 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww]
Baca 10 detik
  • Tim SAR Gabungan di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, menemukan empat jenazah tambahan pada hari kedelapan pencarian.
  • Sebanyak 3.675 personel dengan anjing pelacak dan alat berat dikerahkan untuk memaksimalkan penemuan korban.
  • Tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 jenazah, sementara operasi pencarian berlanjut hingga 6 Februari 2026.

SuaraJabar.id - Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus membuahkan hasil.

Pada pagi hari kedelapan operasi, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil mengevakuasi empat kantong jenazah tambahan, meningkatkan total temuan menjadi 64 kantong. Dengan temuan ini, diperkirakan masih ada sekitar 16 jiwa yang dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menjelaskan bahwa empat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian berbeda dalam rentang waktu kurang dari dua jam.

"Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 dan 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” paparnya, dilansir dari Antara, Sabtu 31 Januari 2026.

Pada hari kedelapan operasi SAR ini, pencarian tetap dilaksanakan dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, sektor A, B, dan C.

Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung oleh alat berat. Ade Dian Permana mengungkapkan besarnya kekuatan yang dikerahkan.

“Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja keras dalam proses identifikasi. Hingga saat ini, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong yang masuk proses identifikasi, sementara 13 lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.
Proses ini sangat krusial untuk memastikan identitas korban dan mengembalikan jenazah kepada keluarga.

Ade Dian Permana menambahkan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang telah menetapkan masa tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan.

Baca Juga: Tantangan Berat di Cisarua! Bima Arya: Material Longsor 20 Meter Persulit Evakuasi Korban

“Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” katanya.

Load More