- Pendirian Perguruan Tinggi Negeri di Sukabumi dinilai krusial untuk pemerataan akses pendidikan tinggi.
- Profesor Dede Rahmat Hidayat menyoroti tantangan geografis dan aksesibilitas pendidikan bagi warga Sukabumi.
- Keberadaan PTN diharapkan meningkatkan SDM, menekan pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Sukabumi dinilai sebagai kebutuhan krusial mendesak saat ini.
Tujuan utama pendirian institusi pendidikan tinggi negeri tersebut adalah untuk mendorong pemerataan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di daerah Sukabumi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D., dalam sebuah keterangan resminya.
Menurut Prof. Dede, luasnya wilayah Sukabumi yang mencakup lebih dari 4.100 kilometer persegi menjadi tantangan signifikan dalam hal aksesibilitas pendidikan tinggi.
Dengan populasi penduduk yang mencapai sekitar 3,2 juta jiwa, akses terhadap perguruan tinggi negeri masih tergolong terbatas.
Prof. Dede menjelaskan bahwa kondisi geografis memaksa banyak lulusan sekolah menengah atas di wilayah tengah dan selatan untuk bepergian jauh atau merantau.
Migrasi pendidikan ini terjadi setiap tahun, menyebabkan ribuan pelajar Sukabumi memilih melanjutkan studi di luar daerah seperti Bogor, Bandung, atau Jakarta.
Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, biaya hidup di kota-kota tujuan studi tersebut sering kali menimbulkan beban finansial yang substansial.
Kehadiran PTN di Sukabumi dapat membuat biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa menjadi jauh lebih terjangkau secara signifikan.
Hal tersebut dinilai esensial guna memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Secara demografis, Prof. Dede mengamati bahwa Sukabumi sedang berada dalam momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Namun, tanpa daya tampung pendidikan tinggi yang memadai, potensi bonus demografi ini berisiko terlewatkan dan berkontribusi pada tingginya angka pengangguran.
Data terkini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi masih berkisar pada angka tujuh persen dari total angkatan kerja.
Selain itu, persentase penduduk miskin di wilayah tersebut tercatat masih berada di atas enam persen dari keseluruhan populasi.
Berita Terkait
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Tinggal di Pulau Kecil hingga Perbatasan Tak Boleh Bikin Rakyat Jauh dari Negara
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory
-
BRI Perkuat Digitalisasi Bisnis Lewat Qlola Mobile, Aktivasi Tanpa ke Cabang
-
Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory
-
RUU Adminduk Dibahas, Komdigi Soroti Keamanan dan Akses Data Penduduk
-
Rudy Susmanto ke Atlet Kabupaten Bogor: Kita Siap Menang, Tidak Biasa Kalah