Andi Ahmad S
Senin, 09 Maret 2026 | 16:13 WIB
Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas
Baca 10 detik
  • Basarnas DKI Jakarta menemukan satu jenazah korban baru, menjadikan total korban meninggal dunia menjadi lima orang.
  • Longsoran sampah di TPS Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat total 13 orang menjadi korban insiden tersebut.
  • Sebanyak 366 personel gabungan dikerahkan menggunakan alat berat untuk mencari empat korban yang masih dinyatakan hilang.

SuaraJabar.id - Kabar duka kembali menyelimuti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta pada siang tadi kembali menemukan satu jasad korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah raksasa.

Penemuan ini secara tragis menambah daftar korban meninggal dunia menjadi lima orang, menggarisbawahi bahaya laten yang mengintai di balik bukit-bukit sampah tersebut.

"Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia," ujar Humas Basarnas DKI Jakarta, Romli Prasetyo, Senin 9 Maret 2026.

Hingga kini, kata dia, petugas masih mencari empat orang lagi yang diduga masih tertimbun.

“Sejauh ini empat orang yang selamat,” kata dia.

Basarnas DKI Jakarta mencatat ada 13 orang menjadi korban longsoran gunung sampah. Empat orang yang selamat yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.

Sementara korban meninggal pemilik warung Enda Widayanti (250, pemilik warung Sumine (60), supir truk Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin.

“Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan” kata Romli.

Baca Juga: 4 Nyawa Melayang di Tumpukan Sampah, Menteri Hanif Panggil Paksa Pengelola TPST Bantargebang

Sebanyak 366 personel gabungan diturunkan mencari para korban mulai dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi, Polsek Bantar Gebang, Koramil, Damkar Bekas, TNI Batalyon Armed 7/Biring Galih, Dalmas Polda Metro Jaya, Satbrimobda, Ditsamapta dan lainnya.

Personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan unit satra atau K-9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban

“Selain itu juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi,” kata dia. [Antara].

Load More