- Sebanyak 15 dari 34 WNI yang dievakuasi dari zona konflik Timur Tengah pada Jumat (13/3/2026) merupakan warga Jawa Barat.
- Pemprov Jabar melalui Diskominfo telah mendata sekitar 80 warga Jawa Barat yang masih berada di zona konflik.
- Pemprov berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk evakuasi 80 warga tersebut, sambil menjaga jalur komunikasi intensif.
SuaraJabar.id - Di saat warga Jawa Barat sibuk dengan rutinitas harian yang damai, nun jauh di seberang benua, puluhan saudara sebangsa tengah bergelut dengan ketakutan di bawah langit yang diwarnai desingan peluru dan eskalasi militer.
Konflik bersenjata yang kian membara di wilayah Timur Tengah, khususnya di sekitar Iran, memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerja ekstra keras memantau detak nadi warganya yang terjebak di zona merah tersebut.
Kabar baik perlahan mulai berembus. Dari total 34 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru-baru ini berhasil ditarik mundur dari medan konflik dan mendarat selamat di Tanah Air, hampir separuhnya adalah urang Sunda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, membawa angin segar tersebut.
“Update sementara dari 34 WNI yang sudah berhasil lolos dan pulang ke Indonesia, 15 orang di antaranya adalah warga Jawa Barat. Mereka tiba dalam dua kloter yang berbeda,” ungkap Adi dengan nada lega, Jumat (13/3/2026).
Meski begitu, Adi mengaku pihaknya belum merilis rincian detail dari kabupaten/kota mana saja ke-15 penyintas perang tersebut berasal.
Baginya, yang terpenting saat ini adalah memastikan mereka telah menginjakkan kaki dengan selamat di bumi pertiwi.
"Urusan teknis kepulangan sepenuhnya berada di domain pemerintah pusat melalui kementerian terkait," tambahnya.
Namun, napas lega itu belumlah tuntas. Evakuasi 15 orang hanyalah babak awal dari misi kemanusiaan yang lebih besar.
Baca Juga: Kado Manis Lebaran: Saat Ribuan Sopir Angkot dan Andong Jabar Dibayar untuk "Rebahan" di Rumah
Di balik kepulangan mereka, masih ada puluhan nyawa warga Jawa Barat lainnya yang malam ini mungkin tidur dengan waswas, menanti kepastian kapan pesawat penjemputan menjemput mereka.
Layanan darurat (hotline) Jabar terus berdering, menangkap sinyal-sinyal kepanikan dari zona perang.
“Yang sudah berhasil mengakses ke hotline Jabar dan terdata lengkap ada sekitar 80 orang. Kami langsung merespons dengan memberikan form digital berlapis untuk memastikan titik koordinat posisi mereka benar-benar berada di episentrum perang,” papar Adi, merinci langkah cepat Pemprov.
Ke-80 warga yang tersebar di berbagai negara terdampak konflik di Timur Tengah itu kini menggantungkan harapan besarnya pada diplomasi negara.
Pemprov Jabar menyadari batas kewenangannya dalam hukum internasional. Evakuasi menembus wilayah udara yang tengah berkonflik bukanlah perkara membalikkan telapak tangan. Saat ini, koordinasi intensif tingkat tinggi terus dijalin dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Meski Adi tak membeberkan secara detail skenario pemulangan karena sangat bergantung pada kebijakan otoritas negara setempat, ia memastikan satu hal bahwa jalur komunikasi tak boleh terputus.
Berita Terkait
-
Kado Manis Lebaran: Saat Ribuan Sopir Angkot dan Andong Jabar Dibayar untuk "Rebahan" di Rumah
-
Awas Cuaca Ekstrem Intai Pemudik di Jabar! BPBD Turunkan Pasukan Penuh di Jalur Maut Rawan Longsor
-
Tolak Fasilitas Mewah, Dedi Mulyadi Rombak Mercy Dinas Jadi Ruang Bersalin Darurat di Tol Cipali
-
Akhir Perjalanan Duo Bandit: Menjarah Laptop Santriwati Tasikmalaya, Berakhir di Balik Jeruji Besi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang
-
Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan