SuaraJabar.id - Mudik merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan banyak orang di Indonesia. Momen ini menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman setelah lama berpisah karena pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Meski penuh kebahagiaan, perjalanan mudik sering kali memakan waktu cukup lama dan melelahkan, terutama jika harus menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami pemudik adalah mabuk perjalanan.
Mabuk perjalanan dapat membuat perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi tidak nyaman. Gejala seperti pusing, mual, muntah, keringat dingin, hingga tubuh terasa lemas sering kali muncul saat seseorang berada di kendaraan yang terus bergerak. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama ketika perjalanan berlangsung lama atau melewati jalan yang berkelok.
Agar perjalanan mudik tetap nyaman dan lancar, penting untuk mengetahui cara menghindari mabuk perjalanan. Salah satu langkah penting yang sering disarankan adalah menyiapkan obat sebelum berangkat. Dengan persiapan yang tepat, risiko mabuk perjalanan dapat diminimalkan sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Memahami Penyebab Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidaksesuaian sinyal yang diterima oleh otak dari berbagai indera tubuh. Mata, telinga bagian dalam, dan sistem sensor tubuh biasanya bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan. Namun ketika berada di kendaraan yang bergerak, ketiga sistem ini bisa mengirimkan sinyal yang berbeda.
Sebagai contoh, mata mungkin melihat objek di dalam kendaraan yang terlihat diam, sementara telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan. Perbedaan informasi ini membuat otak mengalami kebingungan dan akhirnya memicu gejala mabuk perjalanan.
Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan, seperti perjalanan yang terlalu lama, kondisi kendaraan yang panas atau pengap, membaca buku atau bermain ponsel saat kendaraan bergerak, serta kondisi tubuh yang sedang lelah atau kurang tidur.
Siapkan Obat Sebelum Perjalanan Dimulai
Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan adalah dengan menyiapkan obat sebelum perjalanan dimulai. Obat anti mabuk biasanya bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf yang mengatur keseimbangan tubuh sehingga gejala seperti mual dan pusing dapat berkurang.
Baca Juga: Titik Krusial Bogor-Sukabumi Macet Total saat Lebaran, Cek Jalur Alternatifnya di Sini!
Banyak ahli kesehatan menyarankan agar obat anti mabuk dikonsumsi sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum perjalanan. Hal ini bertujuan agar obat sudah bekerja ketika kendaraan mulai bergerak. Jika perjalanan sangat panjang, beberapa jenis obat juga dapat dikonsumsi kembali sesuai dengan aturan pakai.
Selain obat anti mabuk, pemudik juga disarankan membawa obat-obatan dasar lainnya seperti obat sakit kepala, obat flu, obat diare, serta vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Persiapan ini penting karena perjalanan jauh sering kali membuat tubuh menjadi lebih mudah lelah dan rentan terhadap gangguan kesehatan.
Kini, menyiapkan obat sebelum mudik juga semakin mudah karena banyak layanan apotek online yang memungkinkan masyarakat membeli obat tanpa harus keluar rumah. Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah K24Klik, yang memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan obat dengan cepat dan praktis. Dengan memanfaatkan layanan ini, pemudik dapat memastikan obat yang dibutuhkan tersedia sebelum hari keberangkatan.
Pilih Posisi Duduk yang Tepat
Selain menyiapkan obat, memilih posisi duduk yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan. Pada mobil pribadi, kursi bagian depan biasanya menjadi posisi yang lebih stabil karena pengemudi dan penumpang depan dapat melihat arah jalan dengan jelas.
Jika menggunakan bus, duduk di bagian tengah kendaraan biasanya lebih nyaman dibandingkan bagian belakang yang cenderung mengalami guncangan lebih besar. Sementara pada kapal atau pesawat, posisi di tengah juga sering dianggap lebih stabil.
Berita Terkait
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Kado Manis Lebaran: Saat Ribuan Sopir Angkot dan Andong Jabar Dibayar untuk "Rebahan" di Rumah
-
Awas Cuaca Ekstrem Intai Pemudik di Jabar! BPBD Turunkan Pasukan Penuh di Jalur Maut Rawan Longsor
-
Tolak Fasilitas Mewah, Dedi Mulyadi Rombak Mercy Dinas Jadi Ruang Bersalin Darurat di Tol Cipali
-
Mudik Lebaran 2026, Waspada! Ini Titik Rawan Bencana di Jalur Ciamis
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Adu Strategi di Jalur Bocimi: Menakar Jurus Polisi Sukabumi Jinakkan Kemacetan di Seksi 3
-
Akhir Perjalanan di Rumah Ibadah: Teka-teki Jenazah di WC Masjid Al Mahfudziah Cikole Terungkap
-
Selamat Jalan Fahdly: SMAN 5 Bandung Berduka, Sekolah Minta Stop Sebar Video Maut di Cihampelas
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
-
Runtuhnya Marwah Sang Dai: Jadi Tersangka Pelecehan Santriwati dan Kini Dalam Pengejaran Polisi