- Ratusan buruh PT Star Comgistic Indonesia di Sukabumi mengalami PHK massal sepihak melalui notifikasi mendadak saat libur Lebaran.
- Mayoritas korban PHK adalah karyawan tetap dengan masa kerja minimal lima tahun, yang menolak pesangon 0,5 kali dari ketentuan normal.
- Perundingan antara manajemen dan GSBI terkait PHK yang dinilai cacat prosedur tersebut berakhir *deadlock* dan dijadwalkan berlanjut Maret 2026.
“Kalau alasannya efisiensi murni, seharusnya yang dikorbankan itu pekerja kontrak (PKWT) yang tidak diperpanjang, atau tenaga outsourcing. Karena mereka tidak butuh bayar kompensasi besar. Mengapa justru membuang karyawan tetap?” gugat Dadeng mempertanyakan agenda tersembunyi perusahaan.
Upaya diplomasi sejatinya telah ditempuh dengan menyeret unsur Muspika, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), hingga anggota dewan ke meja perundingan (bipartit). Namun, pertemuan tersebut menemui jalan buntu (deadlock).
“Perusahaan masih bersikeras memaksakan PHK, sementara kami tetap menolak sejengkal pun mundur,” tegasnya. Perundingan lanjutan yang lebih alot kini dijadwalkan pada 23 Maret 2026.
Di lapangan, tekanan psikologis yang menimpa para korban PHK sungguh tak terbayangkan. Baju Lebaran anak yang belum lunas terbeli, janji mudik ke kampung halaman, hingga cicilan bulanan, kini hancur berkeping-keping.
“Teman-teman sangat kecewa dan hancur secara mental. Harusnya mereka fokus menghadapi Lebaran dengan senyum bahagia, tapi tiba-tiba dijemput kabar PHK. Kalau tidak ada kesepakatan nanti, kami akan tempuh jalur perlawanan apa pun sesuai aturan hukum sampai ada keputusan yang adil,” pungkas Dadeng menutup orasinya.
Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "PHK Sepihak Jelang Lebaran, Nasib Ratusan Buruh PT Starcom Parungkuda"
Berita Terkait
-
Akhir Pilu Tragedi Angkot Maut di Gandasoli: Suami Pulang, Sang Istri Hembuskan Napas Terakhir
-
Petaka Bakda Magrib di Waluran: Nenek Imas Tewas Diseruduk Supra "Bodong" Saat Menyeberang
-
Bukit Hijau Gunung Karang Dibotaki Demi Perumahan Elite, Kini Mangkrak Gara-Gara Izin Belum Jelas
-
Menepis Hoaks "Sopir Kabur": Kakek Sopir Angkot Lindas Pasutri di Gandasoli Kini Diperiksa Polisi
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Terkini
-
Lebih Awal Lebih Tenang: Hindari Puncak Mudik, Puluhan Ribu Perantau Serbu Terminal Guntur Garut
-
"Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
-
Lebaran Berubah Bencana: Ratusan Buruh Sukabumi Menangis Di-PHK Lewat Pesan WA Saat Libur
-
Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026
-
Akhir Pilu Tragedi Angkot Maut di Gandasoli: Suami Pulang, Sang Istri Hembuskan Napas Terakhir