- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kecewa kualitas pembangunan halte BRT serampangan, memicu permintaan perbaikan.
- Proyek BRT dikomandoi Kemenhub RI, namun Dishub Jabar memfasilitasi tuntutan Pemkot Bandung untuk perbaikan segera.
- Pengerjaan titik *off corridor* BRT yang berantakan di pusat kota kini sedang diperbaiki bertahap oleh kontraktor pusat.
SuaraJabar.id - Wajah cantik tata kota Bandung belakangan ini ternoda oleh pengerjaan proyek infrastruktur yang dinilai jauh dari kata estetis.
Puncaknya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara mengejutkan membekukan izin pembangunan mega proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah berlangsung di jantung kotanya.
Sikap tegas sang Wali Kota pada Senin (16/3/2026) itu tentu bukan tanpa alasan. Ia menemukan sejumlah titik pengerjaan halte (off corridor) BRT yang dieksekusi dengan sangat serampangan.
Bagi Farhan, kualitas pekerjaan yang berantakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan citra sebuah proyek transportasi massal bertaraf nasional yang menelan anggaran fantastis.
Aduan warga yang merasa terganggu pun tak bisa lagi dibendung. Titik-titik pekerjaan yang paling disorot karena kondisinya yang acak-acakan berada di urat nadi lalu lintas kota, seperti Jalan L.L.R.E. Martadinata (Riau) tepat di depan Taman Pramuka, sepanjang Jalan Merdeka, hingga kawasan elite Jalan Ir. H. Juanda (Dago).
Di Dago sendiri, ada dua titik fatal yang dikeluhkan, yakni di sekitar Dago 101 dan depan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Melihat bola panas mulai bergulir antara Pemkot Bandung dan proyek pusat, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat akhirnya angkat bicara meredam situasi.
Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan duduk perkaranya. Ia menegaskan bahwa proyek BRT ini sejatinya bukanlah gawean langsung pemerintah daerah, melainkan dikomandoi langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Namun, terkait isu "pembekuan izin" yang santer diberitakan, Dhani memberikan klarifikasi bernada diplomatis.
Baca Juga: Lebih Awal Lebih Tenang: Hindari Puncak Mudik, Puluhan Ribu Perantau Serbu Terminal Guntur Garut
“Sebenarnya PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dari Kemenhub-lah yang langsung memegang kendali konstruksi BRT ini. Nah, kalau soal narasi pembekuan izin, informasi yang kami terima tidak se-ekstrem itu. Pemkot Bandung pada dasarnya hanya meminta perbaikan karena menilai pengerjaan proyeknya belum sesuai standar operasional yang baik,” papar Dhani, Selasa (17/3/2026).
Dhani tak menampik fakta pahit di lapangan. Keluhan warga Kota Kembang soal cara kerja kontraktor pusat yang tidak rapi dalam membangun infrastruktur off corridor (halte dan pedestrian penunjang BRT) memang valid adanya.
Atas dasar teguran keras dari Pemkot Bandung tersebut, Dishub Jawa Barat tak tinggal diam. Sebagai kepanjangan tangan provinsi, mereka langsung "menyentil" dan menjalin komunikasi serius dengan PPK Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub agar segera melakukan evaluasi total dan perbaikan (rework).
“Kekinian, proses perbaikan titik-titik off corridor BRT yang bermasalah itu sedang digenjot secara bertahap. Pihak kontraktor dan PPK Kemenhub saat ini sedang fokus merapikan seluruh pekerjaan mereka yang masih berantakan di lapangan,” tutur Dhani memastikan tindak lanjutnya.
Bagi warga Bandung yang sudah tak sabar mencicipi transportasi modern, tak perlu khawatir proyek ini mangkrak permanen. Dhani menggaransi, palu proyek akan kembali diayunkan sesegera mungkin.
“Apabila seluruh perbaikan pekerjaan off corridor BRT di Kota Bandung sudah dinyatakan selesai, rapi, dan sesuai standar yang disepakati, maka proyek pembangunan BRT ini akan langsung dilanjutkan,” janjinya.
Berita Terkait
-
Lebih Awal Lebih Tenang: Hindari Puncak Mudik, Puluhan Ribu Perantau Serbu Terminal Guntur Garut
-
"Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
-
Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026
-
Lebaran Menghitung Hari, Ratusan Bos "Nakal" di Jabar Diadukan Karyawan Gegara Tahan Uang THR
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Catat Jadwalnya! Truk Sumbu Tiga Diharamkan Melintasi Jalur Pangandaran Selama Arus Mudik 2026
-
"Todong" Dedi Mulyadi, Ayep Zaki Kejar Dana Rp 16,5 Miliar Demi Beton Jalan Merbabu Sukabumi
-
Siap-Siap! Jabar Terancam Krisis Air Bersih, Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang
-
Awas! Jalur Alternatif Jasinga - Koleang Terancam Longsor, Pemudik Bogor - Banten Wajib Waspada
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Proyek Halte BRT "Berantakan", Dishub Jabar Langsung Turun Tangan