- Seorang pemudik dari Ciamis meninggal dunia akibat kecelakaan truk sapi di jalur Nagreg, Bandung.
- Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB disebabkan gangguan sistem rem truk.
- Kecelakaan mengakibatkan korban jiwa, beberapa luka, dan dua ekor sapi mati di lokasi.
SuaraJabar.id - Subuh yang seharusnya membawa harapan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, berubah menjadi duka mendalam bagi seorang pemudik asal Ciamis.
Perjalanan mudik yang penuh semangat harus terhenti tragis di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, setelah sebuah kecelakaan maut melibatkan truk pengangkut sapi.
Peristiwa pilu ini bukan sekadar catatan statistik kecelakaan lalu lintas, melainkan sebuah kisah tentang impian yang pupus dan keluarga yang menanti dalam kecemasan.
"Dalam kejadian ini satu orang pemudik asal Ciamis meninggal dunia akibat kecelakaan truk pengangkut sapi di jalur Nagreg," demikian disampaikan Kasubdit Rekayasa Ops Ketupat Polda Jabar AKBP Eti Haryati dikutip dari ANTARA di Bandung, Rabu (18/3/2026).
Kata-kata ini mungkin terdengar formal dalam laporan kepolisian, namun di baliknya tersimpan cerita kehilangan yang tak terhingga. Siapakah pemudik itu? Apa yang ia bawa dalam perjalanannya? Mungkin oleh-oleh untuk anak-anaknya, atau senyum rindu untuk orang tuanya. Semua itu kini hanya tinggal kenangan.
Kecelakaan nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk pengangkut sapi yang melaju di jalur Nagreg tiba-tiba mengalami gangguan pada sistem rem. Kendaraan besar itu oleng ke kiri, tak terkendali, dan menabrak pengendara motor sebelum akhirnya terguling.
Bayangkan kepanikan di detik-detik mengerikan itu, suara benturan keras, dan kekacauan yang tiba-tiba menyelimuti dini hari yang sunyi. Selain nyawa seorang pemudik yang melayang, beberapa pengendara lain juga mengalami luka-luka. Bahkan, dua ekor sapi yang diangkut truk tersebut turut menjadi korban, mati di lokasi kejadian.
Proses evakuasi pasca-kecelakaan menjadi pemandangan yang memilukan. Petugas kepolisian dari Ops Ketupat Polda Jabar harus berjibaku mengevakuasi tidak hanya kendaraan yang ringsek, tetapi juga delapan ekor sapi yang masih hidup, di tengah arus lalu lintas yang sempat tersendat parah.
"Proses evakuasi sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama saat petugas mengevakuasi delapan sapi yang masih hidup," ujar Eti Haryati.
Baca Juga: Catat Jadwalnya! One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap Mudik 2026 di Tol Cikampek
Kisah ini menjadi pengingat pahit bagi para pemudik semua akan pentingnya kewaspadaan di jalan raya, terutama saat musim mudik.
"Untuk mengurai kepadatan, kami melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional termasuk penerapan one way di titik-titik tertentu," tambah Eti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
Terkini
-
Kolaborasi Nyata Dunia Usaha-Pemerintah, Kompak Santuni Anak Yatim di Sukadiri
-
Warga Ciamis Tenang! Stok Beras Melimpah 30 Ribu Ton, Satgas Pangan Jamin Aman Hingga Usai Lebaran
-
Lebaran Hemat di Sukabumi: Tiket Masuk Wisata Diskon 50 Persen, Cuma Rp6.000 Bisa Healing Sepuasnya
-
Petaka Lampu Merah Bojong: Jeritan di Bawah Badan Truk 2 Nyawa Melayang
-
Limbangan-Malangbong Padat: Ribuan Pemudik Terjebak Macet, Jalur Tikus Jadi Pilihan Terakhir