- Ratusan PPPK paruh waktu di Kabupaten Pangandaran menerima uang kadeudeuh Idulfitri 2026 sebesar Rp 300 ribu.
- Bupati Pangandaran menyatakan keterbatasan kas daerah sebagai alasan pemberian nominal uang tali kasih tersebut.
- Penerima merasa nominal yang disamaratakan Rp 300 ribu tidak merefleksikan lama masa pengabdian sebelumnya.
SuaraJabar.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026 Masehi), harapan para abdi negara biasanya melambung tinggi menanti kucuran Tunjangan Hari Raya (THR) atau uang tambahan.
Namun, bagi ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Pangandaran, harapan itu harus ditekan dalam-dalam.
Di tengah meroketnya harga kebutuhan pokok jelang Lebaran, mereka harus lapang dada menerima secarik amplop berisi uang kadeudeuh (tanda kasih sayang) dari pemerintah daerah yang nominalnya hanya menyentuh angka Rp 300 ribu.
Kenyataan pahit namun harus disyukuri ini disampaikan langsung oleh Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, saat menggelar pertemuan santai dengan awak media di Pangandaran, Selasa (17/3/2026).
Sang Bupati tak menampik bahwa nominal tersebut jauh dari kata mewah. Ia membeberkan bahwa kebijakan ini terpaksa diambil lantaran kondisi kas keuangan daerah yang tengah "batuk" alias sangat terbatas.
“Alhamdulillah, meskipun kas daerah kita sedang sangat terbatas, kami pastikan teman-teman PPPK paruh waktu tetap mendapatkan kadeudeuh. Walaupun nilainya memang tidak besar,” ujar Citra Pitriyami.
Bagi Citra, kebijakan membagikan uang Rp 300 ribu ini bukanlah soal nominal, melainkan bentuk pengakuan moral. Ia menegaskan bahwa para PPPK paruh waktu, yang dulunya adalah tenaga honorer, kini telah resmi menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Oleh karena itu, sudah sewajarnya mereka mendapatkan "perhatian khusus" dari pemerintah daerah, meski dengan kekuatan finansial seadanya.
“Walaupun tidak besar, hanya Rp 300 ribu, ini murni bentuk perhatian dan tali asih kami untuk teman-teman PPPK paruh waktu yang sudah bekerja keras,” tambahnya meyakinkan.
Baca Juga: Dulu Bikin Jantungan, Kini Kokoh Menyatukan Jabar-Jateng: Wajah Baru Jembatan Merah Putih Banjar
Di lapangan, kucuran dana kadeudeuh tersebut nyatanya memantik perasaan campur aduk di kalangan pegawai. Sejumlah PPPK paruh waktu membenarkan bahwa uang tersebut memang telah mendarat di kantong mereka.
Namun, di balik ucapan terima kasih, terselip senyum getir dan rasa ketidakadilan yang dipendam rapat-rapat.
Bagi mereka, angka Rp 300 ribu yang disamaratakan (flat) untuk seluruh pegawai terasa menihilkan keringat dan darah pengabdian masa lalu mereka saat masih berstatus honorer murni.
“Uangnya memang sudah kami terima. Tapi jujur saja, nominal yang diberikan belum mempertimbangkan seberapa lama masa kerja kami sebelumnya,” curhat salah satu pegawai paruh waktu yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan posisi.
Ia mencontohkan ironi yang terjadi di lapangan. Seorang pegawai yang baru masuk kemarin sore, menerima nominal yang persis sama dengan mereka yang rambutnya sudah memutih mengabdi untuk daerah.
“Ada teman-teman di sini yang sudah puluhan tahun mengabdi banting tulang sebelum akhirnya diangkat jadi PPPK. Tapi apa daya, nominal (kadeudeuh)-nya tetap sama persis, disamaratakan Rp 300 ribu,” keluhnya lirih.
Pegawai lain di instansi berbeda juga mengamini curhatan senada. Meski isi dompet bertambah Rp 300 ribu, mereka hanya bisa berharap tahun-tahun mendatang kondisi keuangan Pemkab Pangandaran bisa pulih.
Berita Terkait
-
Dulu Bikin Jantungan, Kini Kokoh Menyatukan Jabar-Jateng: Wajah Baru Jembatan Merah Putih Banjar
-
Ogah Tua di Jalan: Ratusan Ribu Pemudik Jabar Serbu Kereta hingga Whoosh Jelang Lebaran
-
Pemerintah Belum Ketuk Palu, Ratusan Jemaah DKM Abu Bakar Shidiq di Sukabumi Mantap Lebaran Hari Ini
-
Kecerobohan Sepele Berujung Buntung Rp 300 Juta! Tiga Rumah di Ciamis Ludes Jadi Abu
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit
-
Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan
-
Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak
-
Polres Tasikmalaya Dalami Dugaan Korban Penipuan ASN PPPK, Modus Kenalan via Mobile Legends
-
Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!